PEKANBARU, JUMAT - Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengumumkan, Jumat (21/11), terpaksa merumahkan seribu orang karyawan dan mengenakan pemutusan hubungan kerja (PHK) seribu karyawan. "Ini demi menjamin keberlangsungan operasional," kata Direktur Utama RAPP Rudi Fajar.
Terkait dengan kebijakan itu, Rudi juga mengatakan sejak 2007, kegiatan operasional RAPP terkendala soal pasokan kayu. Sampai saat ini belum ada kepastian akan jaminan pasokan kayu yang cukup demi mempertahankan tingkat produksi yang stabil dan efisien.
"Penyebab utamanya ialah perbedaan interpretasi terhadap peraturan kehutanan antar departemen di pemerintah dan hambatan birokrasi dalam pemberian izin,” terang Rudi.
Selain itu, RAPP juga menghadapi penurunan jumlah produksi dan tingginya biaya produksi. Hal ini berhubungan dengan krisis ekonomi global saat ini.
Sebelumnya, kontraktor jasa RAPP yang tidak diperpanjang kontraknya, telah melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya, sehubungan dengan krisis bahan pasokan kayu dan kebijakan penghematan RAPP tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang