GENEVA, KAMIS - Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Kamis (20/11) meminta dana sebesar 7 miliar dollar AS untuk bantuan kemanusiaan bagi 30 juta orang di 31 negara selama tahun 2009. PBB menekankan, krisis keuangan global tidak bisa menjadi alasan untuk mengurangi bantuan kemanusiaan.
Imbauan soal dana kemanusiaan 2009 itu merupakan yang terbesar dalam sejarah PBB. Hanya saja, permohonan ini bertepatan dengan krisis keuangan yang banyak memengaruhi anggaran pemerintah donor tradisional, seperti AS, Perancis, dan Inggris.
Menurut PBB, imbauan kemanusiaan itu terdiri dari 12 imbauan terkonsolidasi untuk Republik Afrika Tengah, Chad, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Irak dan kawasannya, Kenya, wilayah Palestina, Somalia, Sudan, Uganda, wilayah Afrika Tengah, serta Zimbabwe.
Sudan merupakan subyek dari imbauan individual terbesar dengan 2,1 miliar dollar AS. Selanjutnya Somalia (919 juta dollar AS), RD Kongo (831 juta dollar AS), Zimbabwe (550 juta dollar AS), Irak dan kawasannya (547 juta dollar AS), dan Palestina (462 juta dollar AS).
Tahun lalu PBB mulanya meminta 3,8 miliar dollar AS, tetapi membuat tambahan permintaan sampai 3,2 miliar dollar AS untuk menghadapi bencana alam dan membubungnya harga pangan. PBB hanya menerima 4,7 miliar dollar AS.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mendorong negara-negara donatur memberi dengan murah hati walau ada krisis ekonomi.
”Krisis keuangan global telah meningkatkan kekhawatiran bahwa ada penurunan dalam pendanaan kemanusiaan tahun 2009. Saya mendorong para negara anggota dan donor swasta untuk tidak membiarkan itu terjadi,” kata Ban dalam kata pengantar imbauan itu.
John Holmes, koordinator bantuan darurat PBB, mengatakan target itu tidak akan memberi beban terlalu besar pada negara-negara kaya.
”Tujuh miliar dollar AS yang kami minta itu sama dengan beberapa sen dollar AS untuk setiap 100 dollar AS pendapatan nasional di negara-negara kaya,” katanya kepada wartawan di Markas PBB di Geneva, Swiss.
Dari persentase pendapatan ekonomi, Arab Saudi, Norwegia, Monako, Luksemburg, dan Swedia merupakan negara donor bantuan kemanusiaan tertinggi.(AFP/Reuters/DI)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang