KEDIRI,SABTU--Wabah penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Kediri, Jawa Timur selama periode 1999-2008 telah menewaskan 17 orang.
Kasi Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Nur Munawaroh, Sabtu mengatakan, selama periode itu pula di Kabupaten Kediri telah terjadi 90 kasus HIV/AIDS.
"Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kediri ini lebih banyak didominasi para TKI, TKW, pekerja seks komersial (PSK), dan pengguna narkoba dengan media jarum suntik," katanya. Selain itu masih ada kelompok beresiko lainnya, yakni kaum gay, sopir, ibu rumah tangga, dan kalangan anak-anak balita.
Dalam satu tahun terakhir, dua ibu rumah tangga di Kabupaten Kediri terinfeksi HIV/AIDS, seorang di antaranya meninggal dunia. Hanya saja, lanjut Nur, selama ini pihaknya mengalami kendala dalam memberikan sosialisasi mengenai bahaya HIV/AIDS kepada kaum gay.
"Selama ini komunitas kaum gay terkesan tertutup, sehingga kami kesulitan memberikan pemahaman mengenai bahaya HIV/AIDS," katanya.
Menurut Nur Munawaroh, di Kabupaten Kediri kini sudah tersedia beberapa klinik yang disediakan untuk kelompok-kelompok beresiko tinggi memeriksakan diri secara sukarela.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang