Batik Lasem, Ada Karena Laksamana Cheng Ho

Kompas.com - 22/11/2008, 11:57 WIB

Batik lasem yang konon ada di Indonesia berkat kedatangan Laksamana Cheng Ho sekitar tahun 1413 kini meredup. Untuk mencegah kepunahan batik lasem  perlu dikembangkan kultur membatik dan bisnis  di sektor ini.

"Untuk menghadirkan kembali batik yang bercorak percampuran Jawa dan China ini perlu kerja sama multidimensi," kata Direktur Institut Pluralisme Indonesia sekaligus peneliti batik lasem , William Kwan, dalam diskusi dan pembukaan pameran "New Light of Batik Lasem" di Rumah Seni Yaitu, Kampung Jambe, Semarang, Jumat (15/2) malam.

Salah satu tujuan dari pameran ini agar masyarakat mengenal kembali batik berusia ratusan tahun dan sempat akan punah ini,
terutama pada generasi muda.

"Yang perlu dikembangkan adalah kultur membatik yang pernah ada di Lasem. Untuk menghidupkan batik Lasem seperti tahun 1413 lalu diperlukan pula kebangkitan bisnis batik di Indonesia," katanya.

Artinya, selain memberdayakan kultur dan seni, juga perlu sisi strategis ekonomi untuk mendukung kemunculan kembali batik lasem  di dunia perdagangan.

Saat ini batik lasem  mulai dikembangkan lagi oleh Kelompok Usaha Batik Srikandi Jeruk di Desa Jeruk, Kecamatan Pancur,
Kabupaten Rembang. Kelompok ini mendapatkan bantuan modal dari sejumlah pengusaha. Hasilnya, para perajin dapat bertahan karena upahnya cukup.

"Dukungan ekonomi sangat penting karena tanpa hal itu industri batik akan ditinggalkan," kata William.

Batik lasem, menurut catatan sejarah Babad Lasem yang ditulis Mpu Santi Badra pada 1401 Saka (sekitar 1479), dirintis pertama kali
di Lasem, Rembang, oleh Puteri Na Li Ni pada 1413. Ia adalah istri dari Bi Nang Un, nakhoda kapal dalam armada Laksamana Cheng Ho.

Waktu itu, batik lasem mendapat tempat penting di sektor perdagangan. Para saudagar mengirim batik lasem  ke berbagai pulau
di Nusantara, seperti Bali dan Sumatera. Batik lasem  juga diekspor ke Suriname dan Thailand. (a08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau