Korban Banjir Mulai Terserang Diare di Aceh

Kompas.com - 22/11/2008, 18:44 WIB

TAPAKTUAN, SABTU - Sebanyak 204 kepala keluarga (KK) atau sekitar 541 jiwa warga Desa Cot Bayu dan Lhok Raya, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan, yang mengungsi akibat banjir, dilaporkan mulai diserang penyakit diare dan gatal-gatal.
     
"Bencana banjir akibat luapan sungai Geulumbang mengakibatkan terjangkitnya diare dan gatal, terutama bagi anak-anak yang berada di tempat pengungsian," kata Ketua Posko pengungsi korban banjir setempat, Abdul Munir, di Tapaktuan, Sabtu.

Menurutnya, korban yang diserang penyakit itu telah ditangani tim kesehatan yang mendirikan posko di samping Kompi Brimob dan SD Padang Harapan.

Selain didera penyakit diare dan gatal-gatal, korban juga dilaporkan mulai sulit mendapatkan air bersih akibat sumur warga digenangi air keruh bercampur lumpur sehingga mereka terpaksa mencari air di desa tetangga yang berjarak sekitar 2 km lebih.

"Hampir seluruh sumur masyarakat digenangi lumpur. Warga terpaksa mencari air bersih di desa-desa lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Kepala Desa Cot Bayu, Zulfadli.

Untuk mengatasi krisis air bersih, kata Camat Lahmuddin, sudah didatangkan mobil tangki Polres Aceh Selatan, sementara korban yang diserang penyakit diimbau memeriksakan kesehatannya di posko Dinas Kesehatan dan PMI Aceh Selatan.

Ia menyebutkan banjir bandang yang melanda daerah sekitar 99 km arah timur ibu kota Aceh Selatan Tapaktuan itu, sejak Sabtu (22/11) pagi meluasnya akibat luapan sungai Geulumbang di kawasan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau