Penemuan Ratusan Keping Uang Kuno Hebohkan Sidoarjo

Kompas.com - 23/11/2008, 17:38 WIB

SIDOARJO, MINGGU - Warga Dusun Kepatihan, Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dihebohkan penemuan ratusan uang keping logam kuno. Ratusan uang logam itu ditemukan Rohimin (57) saat membuat saluran pembuangan air di belakang rumah sekitar pukul 07.00, Minggu (23/11) di Sidoarjo.

Rohimin mengatakan, penemuan itu berawal saat dirinya menggali tanah di belakang rumah untuk membuat saluran air. Saat menggali pada kedalaman 20 sentimeter, cangkul yang ia gunakan membentur kendi yang terbuat dari tanah. Setelah diangkat keluar, ternyata berisi kepingan uang logam kuno bertuliskan huruf China.

"Setelah kepingan uang tersebut saya cuci dibersihkan, ternyata uang kuno bertuliskan huruf China," jelas Rohimin yang pekerjaan sehari-hari sebagai buruh tani itu. Kepingan uang itu berdiameter sekitar tiga senti dan terdapat lubang berbentuk bujur sangkar sepanjang setengah sentimeter tepat di tengah kepingan. 

Kepala Desa Kepatihan Anang Suhari mengatakan, jika memang kepingan uang kuno itu hendak diambil pemerintah, ia berharap ada kompensasi bagi Rohimin. Sejauh ini, imbuh Anang, pihak Kepolisian Sektor Tulangan telah mengambil tiga keping uang logam sebagai barang bukti.

"Menurut polisi, kepingan uang logam itu akan diteliti lebih lanjut mengenai asal muasal uang logam itu," kata Anang.

Penemuan uang logam kuno itu menarik perhatian ratusan masyarakat yang penasaran. Pihak keluarga Rohimin bahkan memasang tarif Rp 1.000 bagi warga yang hendak menyaksikan ratusan uang logam itu. Kini, uang logam tersebut disimpan dibekas akuarium dan disimpan di dalam rumah.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau