Gelombang di Selat Bangka Ancam Pelayaran

Kompas.com - 23/11/2008, 20:16 WIB

PALEMBANG, MINGGU -  Pemerintah dan BMG meminta nahkoda kapal ferry rute Palembang-Bangka waspada terhadap ancaman gelombang pasang dan ombak di perairan Musi hingga Selat Bangka. Cuaca buruk pada saat ini bisa mengganggu pelayaran, sehingga diperlukan koordin asi yang baik antara semua pihak.

Pantauan Kompas, Minggu (23/11), jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal ferry di Pelabuhan 35 Ilir masih normal. Situasi arus penumpang dan muatan barang juga tidak menumpuk seperti biasanya.

Ahmadi (35), salah satu awak kapal KMP Srikandi Nusantara yang baru saja tiba di Pelabuhan 35 Ilir Palembang mengatakan, saat melintasi Selat Bangka, dia merasakan guncangan di dalam KMP Srikandi Nusantara. "Guncangan ini berasal dari hujan deras, angin kencang yang membentuk gelombang cukup tinggi. Namun, kapal masih bisa berjalan dengan baik," katanya.

Ahmadi juga sudah menerima surat peringatan dari pemerintah dan BMG tentang perlunya kewaspadaan dan koordinasi antara kru kapal, pengelola pelabuhan, dan BMG. Jika memang cuaca memang tidak memungkinkan untuk berlayar, maka pihaknya tidak berani ambil risiko.

Kepala Operasional Pelabuhan 35 Ilir Herman S menambahkan, sampai saat ini kondisi pelayaran penyeberangan Palembang-Bangka masih normal. Hingga sekarang, pihak pel abuhan masih mengoperasikan KMP Srikandi Nusantara, KMP Jembatan Musi II, KMP Krapu, KMP Kakap, dan lainnya.

Dia menegaskan, koordinasi antara kru kapal dengan pihak pelabuhan juga sudah berjalan dengan baik. Setiap kali ada perubahan status cuaca, khususnya yang bisa membahayakan jalur kapal, selalu disosialisasikan sebelum pemberangkatan. "Intinya, kita tidak mau ambil resiko. Sosialisasi dan koordinasi selalu ditingkatkan," katanya.

Kepala BMG Stasiun Kenten Muhammad Irdham juga mengingatkan agar pelaku pelayaran waspada terhadap cuaca buruk. Dari pengamatan BMG, cuaca bisa berubah setiap saat dari cerah ke mendung dalam waktu singkat. Menurut dia hal ini menimbulkan semacam pusaran angin di kawasan selat yang kemungkinan bisa mengakibatka n gelombang pasang dan ombak tinggi.

Selain itu, hujan dalam intensitas cukup tinggi juga mengguyur sebagian besar kawasan Sumatera bagian selatan, sehingga jika tidak hati-hati bisa mengganggu sistem pelayaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau