Penderita AIDS Lahirkan Bayi Sehat

Kompas.com - 23/11/2008, 23:19 WIB

JAYAPURA,MINGGU-RSUD Dok II Jayapura saat ini berhasil membantu proses kelahiran delapan orang bayi dengan selamat dari ibu yang positif AIDS.

Dr. Samuel Basso Spd yang merupakan satu anggota tim dokter di rumah sakit itu, Minggu (23/11), mengakui, dari delapan itu empat di antaranya sudah dipastikan negatif.

Sedangkan empat orang bayi lainnya saat ini masih terus dipantau perkembangannya namun belum dapat dipastikan apakah mereka mengindap virus yang menyerang daya tahan tubuh atau tidak.

"Mudah- mudahan saja hasilnya menggembirakan sehingga para bayi itu dapat berkembang dengan normal," harap Dr. Samuel.

Sementara itu Suster Siti Soltief yang dihubungi secara terpisah mengatakan, bayi-bayi itu tidak tertular virus mematikan yang diidap si ibu karena selama masa kehamilan si ibu selalu mengikuti petunjuk yang diberikan dokter maupun paramedis lainnya. Walaupun hamil,  si ibu tetap mengonsumsi Anti Retra Virus (ARV).

Para ibu positif AIDS itu, tambah Suster Siti yang juga aktivis pemberantasan HIV/AIDS di Papua, melahirkan dengan cara normal maupun operasi.

"Namun setelah lahir si bayi juga akan diberikan ARV namun dengan dosis yang sesuai usianya," jelas Suster Siti yang sehari hari bertugas diruang penyakit dalam wanita RSUD Dok II Jayapura.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau