Perempuan Diajak Rapatkan Barisan Jelang Pemilu

Kompas.com - 24/11/2008, 11:39 WIB

JAKARTA, SENIN - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan akan menyelenggarakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan secara nasional selama 16 hari sejak besok, 25 November yang diperingati sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan hingga tanggal 10 Desember yang diperingati sebagai Hari HAM Internasional.

Kampanye ini mengangkat tema "Mendesak Komitmen Politik Kandidat Pemilu 2009 untuk Pemenuhan HAM Perempuan". Tema ini diangkat mengingat makin tingginya angka kekerasan dan pelanggaran HAM terhadap perempuan serta maraknya kebijakan yang diskriminatif dan tidak berpihak pada perempuan korban, sementara momen pemilu semakin dekat.

Catatan Tahunan 2008 memuat bahwa jumlah kasus yang terlapor dan dapat ditangani berdasarkan KTP tercatat mencapai 25.522 kasus. Sementara itu, sekitar 80 peraturan daerah yang diskriminatif terhadap perempuan menyebar di sejumlah provinsi yang masih dapat terpantau.

"Melalui kampanye ini, kelompok perempuan merapatkan barisan, menggalang kekuatan dan menyatukan langkah untuk menyikapi momentum Pemilu di Indonesia. Suara perempuan menentukan kepemimpinan negara dan wakil rakyat di Parlemen," ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Sylvana Apituley, dalam keterangan pers di Kantor Komnas Perempuan Jakarta, Senin (24/11).

Kampanye ini diharapkan dapat mendorong perempuan pemilih agar cermat dalam menentukan pilihannya dan membangun kontrak politik dengan para calon wakil rakyat di daerahnya masing-masing untuk nantinya berjuang menciptakan kebijakan-kebijakan yang bersahabat dengan hak-hak perempuan.

Sejumlah agenda kampanye yang dipersiapkan Komnas Perempuan bersama 38 mitra dan jaringan tersebar di berbagai daerah, antara lain Jakarta, Cianjur, Bandung, Makassar, Mataram, Sorong, Bone, Watampone, Semarang, Magelang dan Batam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau