JAKARTA, SENIN - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan akan menyelenggarakan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan secara nasional selama 16 hari sejak besok, 25 November yang diperingati sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan hingga tanggal 10 Desember yang diperingati sebagai Hari HAM Internasional.
Kampanye ini mengangkat tema "Mendesak Komitmen Politik Kandidat Pemilu 2009 untuk Pemenuhan HAM Perempuan". Tema ini diangkat mengingat makin tingginya angka kekerasan dan pelanggaran HAM terhadap perempuan serta maraknya kebijakan yang diskriminatif dan tidak berpihak pada perempuan korban, sementara momen pemilu semakin dekat.
Catatan Tahunan 2008 memuat bahwa jumlah kasus yang terlapor dan dapat ditangani berdasarkan KTP tercatat mencapai 25.522 kasus. Sementara itu, sekitar 80 peraturan daerah yang diskriminatif terhadap perempuan menyebar di sejumlah provinsi yang masih dapat terpantau.
"Melalui kampanye ini, kelompok perempuan merapatkan barisan, menggalang kekuatan dan menyatukan langkah untuk menyikapi momentum Pemilu di Indonesia. Suara perempuan menentukan kepemimpinan negara dan wakil rakyat di Parlemen," ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Sylvana Apituley, dalam keterangan pers di Kantor Komnas Perempuan Jakarta, Senin (24/11).
Kampanye ini diharapkan dapat mendorong perempuan pemilih agar cermat dalam menentukan pilihannya dan membangun kontrak politik dengan para calon wakil rakyat di daerahnya masing-masing untuk nantinya berjuang menciptakan kebijakan-kebijakan yang bersahabat dengan hak-hak perempuan.
Sejumlah agenda kampanye yang dipersiapkan Komnas Perempuan bersama 38 mitra dan jaringan tersebar di berbagai daerah, antara lain Jakarta, Cianjur, Bandung, Makassar, Mataram, Sorong, Bone, Watampone, Semarang, Magelang dan Batam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang