LAMONGAN, SENIN - Dalam waktu dekat, Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Lamongan akan memiliki kartu pegawai berbasis elektronik yang memiliki multi fungsi. Proses pembuatan kartu pegawai elektronik tersebut telah dimulai sejak pertengahan November lalu dengan pengambilan gambar pegawai di tiap-tiap satuan kerja perangkat daerah. Selain diambil foto para pegawai termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Fadeli Senin (24/11) juga diambil sidik jarinya.
Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Lamongan Bambang Kustiono menuturkan, kartu pegawai elektronik (KPE) selain sebagai identitas PNS, juga memiliki fungsi sebagai kartu anjungan tunai mandiri (ATM ). Kartu tersebut nantinya dapat dipakai untuk mengambil uang gaji juga tabungan pensiun (Taspen) dan Askes.
"Fisik dan fungsinya berbeda dengan kartu pegawai sebelumnya. Nantinya semua kebutuhan PNS yang berhubungan dengan pengambilan uang dan lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan KPE," kata Bambang.
Menurut Bambang, karena beragam fungsi kartu tersebut, data yang dimasukkan juga harus benar-benar valid. Tidak hanya nama dan nomor induk pegawai (NIP) yang bersangkutan serta tanggal pengangkatan sebagai PNS, namun jumlah keluarga didata ulang. "Sebelum pengambilan foto, KPE di Lamongan telah disosialisasikan, dan terakhir tiap-tiap PNS diberikan formulir berisi isian data masing-masing yang dimaksudkan untuk validasi data yang sudah ada, sehingga saat kartu sudah jadi tidak ada lagi kesalahan," katanya.
KPE merupakan proyek Badan Kepegawaian Negara ( BKN) pusat bekerjasama dengan PT Sucofindo sebagai pelaksana. Pemberlakuan KPE menunggu pemberitahuan dari BKN pusat. Proyek tersebut akan di tuntaskan pada 2015 mendatang, dan kebetulan Jawa Timur yang pertama. Sejumlah kabupaten sudah melaksanakan pengambilan foto termasuk Lamongan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang