JAKARTA, SENIN- Tidak hanya DPR ikut mengawasi pelaksanaan haji, tetapi Badan Pemeriksa Keuangan juga mengirimkan tim untuk memantau pelaksanaan haji tahun 2008 ke Arab Saudi. Tim terdiri dari delapan orang ini diberangkat dari beberapa embarkasi dan berbaur dengan jemaah haji reguler.
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Senin (24/11), menyebutkan, tim pemantau BPK ini dipimpin Ketua Tim Pemantau BPK Arman Sifa. Tim ini melakukan pemantauan dan pemeriksaan awal yang berkaitan dengan kinerja, pelaksanaan haji tahun 2008. Hasil pemantauan awal ini nantinya akan dijadikan masukan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih rinci.
Obyek pemantauan yang dilakukan oleh tim BPK ini meliputi berbagai bidang mulai dari proses pemberangkatan, penerimaan, pemondokan, catering serta permasalahan yang yang dihadapi para jemaah.
Menurut Arman, metode pemantauan juga dilengkapi dengan mewawancarai langsung para jamaah haji secara informal. Dengan cara ini, diharapkan informasi permasalahan bisa dilakukan. Selain itu, tim juga mengumpulkan data di kantor daerah kerja yang ada serta kenyataan yang dialami sebagai seorang jamaah.
Arman Sifa mengatakan, hasil pemantauan dan pemeriksaan serta temuan dilapangan ini, nantinya akan dijadikan masukan kepada Departemen Agama maupun Departemen terkait. Harapannya, pelaksanaan haji akan lebih tertib, efisien serta ekonomis.
"Kami mewawancarai jamaah saat di masjid, di Rumah makan serta pondokan kepada beberapa jamaah dari berbagai daerah," ujar Arman.
Tim pemantau dari BPK ini, sebagian besar sudah berada di Mekah, sementara tiga lainnya saat ini berada di Madinah dalam kelompok terbang dan pemondokan yang berbeda. "Hasil pemantauan dan temuan nantinya dihimpun jadi satu sebagai bahan untuk pemeriksaan keuangan yang dipadukan dengan kenyataan dilapangan." kata Arman.
Permasalahan yang menonjol yang sempat dirasakan adalah masalah ketidak sesuaian pelayanan yang diberikan muasasah berkaitan dengan pemondokan, masalah catering yang kurang tepat, dalam waktu pemberian serta jauhnya pemondokan yang berada didaerah non Markaziah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang