SURABAYA, SENIN - Kuota pupuk di Jawa Timur diminta ditambah menjadi 1,4 juta ton. Kelancaran distribusi pupuk juga harus dijamin sampai akhir 2008.
Hal ini disepakati dalam pertemuan Komisi B DPRD Jatim, Pemerintah Provinsi Jatim, bagian pemasaran PT Pupuk Kaltim dan PT Petrokimia, serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim dan Kelompok Tani dan Nelayan Andalana (KTNA) Jatim di kantor DPRD Jatim di Surabaya, Senin (24/11).
Pertemuan membahas kelangkaan pupuk dan masalah tingginya harga pupuk. "Kenyataannya pupuk urea yang diperlukan di Jatim 1,363 juta ton, sedangkan alokasi hanya 1,090 juta ton," kata anggota Komisi B DPRD Jatim Samsul Huda.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Jatim Chairul Djaelani mengatakan, pemerintah akan mendorong penggunaan pupuk organik sebagai pengganti pupuk anorganik. Sebab, kenyataannya ketersediaan pupuk buatan pabrik lebih sedikit ketimbang kebutuhan petani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang