MAR DEL PATRA, SENIN - Spanyol mematahkan prediksi banyak kalangan yang menyebutkan mereka bakal kesulitan menghadapi Argentina di final Piala Davis. El Matador tampil beringas dengan menaklukkan tim Tango 3-1, sekaligus menyabet trofi yang terakhir diraih tahun 2004.
Fernando Verdasco jadi penentu kesuksesan Spanyol. Tampil sebagai tunggal ketiga, dia menaklukkan Jose Acasuso untuk memastikan Spanyol sebagai juara.
Meskipun tampil sebagai pengganti pemain nomor satu Spanyol di turnamen itu, David Ferrer, yang performanya kurang bagus, Verdasco menunjukkan aksi memukau. Dukungan tuan rumah plus semangat lawan tak menyurutkan perjuangannya untuk menang 6-3 6-7 4-6 6-3 6-1.
Bagi Argentina hasil ini sangat menyesakkan. Bagaimana tidak, Albiceleste sangat diunggulkan untuk mengakhiri pencarian mereka terhadap trofi Piala Davis yang belum pernah diraih.
Pasalnya, Spanyol tampil tanpa kekuatan terbaiknya. Petenis nomor satu dunia, Rafael Nadal, mundur karena cedera tendinitis pada lututnya.
Namun kenyataan di atas lapangan tak demikian. Dukungan suporternya yang memadati Mar del Plata tak bisa membangkitkan Argentina yang mengalami kekalahan ketiga selama tampil di final.
Sebenarnya, Verdasco harus melawan Juan Martin del Potro. Namun petenis nomor satu Argentina itu mundur karena otot kaki kanannya tegang.
"Ini mimpi. Saya menginginkan kesempatan ini sejak saya anak-anak, sedikit yang mendapatkannya bahkan lebih sedikit lagi yang mengambilnya," kata Verdasco yang gembira setelah menantang 11.000 penonton di arena indoor Islas Malvinas.
Pada partai final ini, Argentina membuka keunggulan mereka lewat David Nalbandian yang mengalahkan David Ferrer. Namun Spanyol bisa menyamakan kedudukan ketika Feliciano Lopez secara mengejutkan taklukkan Del Potro.
Satu kemenangan pada pertandingan ganda, Sabtu (22/11), kemudian menempatkan tim tamu memimpin dan kabar bahwa Del Potro tidak bisa main pada Minggu adalah pukulan berikutnya, dan mereka benar-benar keok.
"Absennya Del Potro adalah lubang besar dalam tim dan merumitkan segalanya," kata kapten Argentina, Alberto Mancini. "Kami masih ketat dan mempunyai peluang tetapi kami mengakhiri dengan kekalahan."
- Daftar juara Piala Davis (10 tahun terakhir)
2008: Spanyol kalahkan Argentina 3-1
2007: AS kalahkan Rusia 4-1
2006: Rusia kalahkan Argentina 3-2
2005: Kroasia kalahkan Slovakia 3-2
2004: Spanyol kalahkan AS 3-2
2003: Australia kalahkan Spanyol 3-1
2002: Rusia kalahkan Perancis 3-2
2001: Perancis kalahkan Australia 3-2
2000: Spanyol kalahkan Australia 3-1
1999: Australia kalahkan Perancis 3-2