BOJONEGORO, SENIN - Ratusan petani di Desa Jati Blimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Senin (24/11) kecele saat mendatangi sebuah kios pupuk karena di kios tersebut persediaan juga kosong. Sebelumnya akhir pekan lalu, petani Desa Jati Blimbing menghentikan truk yang mengangkut pupuk jatah untuk Desa Kunci dan Sumberarum.
Akhirnya mereka bubar dan tidak bisa berbuat banyak, meski sebagian menduga ada pupuk yang masih disimpan namun persediaannya tidak mencukupi. Para petani yang mengantre sejak pagi akhirnya satu per satu membubarkan diri dan kecewa. Kalau tidak segera di pupuk, bisa-bisa mati, tanaman kami, kata Surip (54) salah seorang petani.
Kerepotan mendapatkan pupuk bukan saja dialami warga Bojonegoro, tetapi hampir seluruh petani. Mustahal (50) petani Dusun Tulung Desa Wanar, Kecamatan Pucuk bahkan selama seminggu berkeliling mencari pupuk hingga lintas kecamatan. Setelah berkeliling, ak hirnya dapatnya di Kecamatan Sugio baru hari Minggu (23/11) lalu. "Kami pun hanya mendapat dua zak Urea dengan harga Rp 65.000 per zak," katanya.
Distributor pupuk, CV Damakten Agro Bojonegoro, Imam Sardjono, Senin (24/11) mengatakan untuk mengganti jatah untuk Desa Kunci dan Sumberarum telah dikirimkan Senin ini. Sardjono menjelaskan pendistribusian pupuk ke tiap desa diawasi pihak kecamatan dan Penyuluh Petani Lapangan. Semua didistribusikan sesuai skala prioritas daerah mana yang mendesak lebih dulu.
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bojonegoro. produsen menyalurkan pupuk bersubsidi kepada distributor. Setelah distributor mendapat pengiriman pupuk bersubsidi dari produsen, maka distributor segera berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat untuk menentukan daerah yang sudah membutuhkan pupuk. Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta kepala desa setempat (sasaran pengiriman) untuk diawasi pembagiannya. Pembagiannya harus proporsional mengikuti alokasi SK Bupati, katanya.
Imam Sardjono memaparkan kronologis pencegatan truk pengangkut pupuk di Desa Jati Blimbing. Pada Jumat (21/11) pihaknya telah mengirim Urea 2.000 kologram (kg), Petroganik 1.000 kg, Superphos 1.000 kg. Setelah dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan Dander dan Dinas Pertanian memang di daerah tersebut sudah waktunya pemupukan sehingga pengiriman dijadwalkan lagi, Senin (24/11).
Pada Sabtu (22/11) CV Damakten Agro punya jadwal pengiriman pupuk ke Desa Kunci dan Sumberarum Kecamatan Dander yang jalurnya melalui Desa Jati Blimbing. Kebetulan di Desa Jati Blimbing berlangsung pengaspalan jalan sehingga kendaraan berhenti bergantian.
Setelah truk yang memuat pupuk berhenti, dikira pupuk tersebut jatah untuk petani di Desa Jatiblimbing. Selanjutnya beberapa orang berdatangan, meskipun diberitahu itu jatah Desa Kunci dan Sumberarum tetap memaksa agar pupuk dibongkar.
"Sopir melaporkan ke kantor dan kami datang. Namun massa sudah banyak dan situasi kurang menguntungkan. Kami minta bantuan dari Polsek Dander, untuk kami arahkan ke balai Desa Jati Blimbing untuk musyawarah mencari jalan keluar yang terbaik. Akhirnya disepakati pupuk diturunkan di Desa Jati Blimbing dengan catatan melalui aturan dan prosedur berlaku pembelian melalui kios dan empat kelompok tani setempat," jelas Sardjono.
Selain itu pihaknya menghubungi kios resmi dan kepala desa Desa Kunci dan Desa Sumberarum bahwa jadwal pengiriman pupuknya tertunda Senin (24/11). Setelah bisa dipahami jatah untuk Desa Kunci dan Sumebrarum kami kirimkan Senin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang