Depnakertrans : 1.396 Pekerja Sudah Di-PHK

Kompas.com - 24/11/2008, 23:33 WIB

JAKARTA, SENIN - Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertarns) hingga Jumat (21/11) kemarin telah menerima permintaan dari sejumlah perusahaan di lima provinsi untuk mem-PHK 20.930 pekerja, sedangkan yang sudah di-PHK sebanyak 1.396 pekerja.

Siaran pers Depnakertrans pada Senin (24/11) menyebutkan kelima provinsi yang mengajukan PHK dan telah mem-PHK itu adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Maluku Utara. 

Berdasarkan data tersebut, jumlah pekerja yang dirumahkan dengan yang akan di-PHK hampir sama. Jumlah pekerja yang akan dirumahkan sebanyak 18.891 orang dan yang telah dirumahkan sebanyak 1.025 orang.

Depnakertrans sudah membuat mekanisme pelaporan kepada dinas-dinas untuk mengirimkan laporan setiap minggu pada hari Rabu, lengkap dengan nama perusahaannya. Diharapkan minggu depan laporan tersebut sudah lengkap.

Di sisi lain, Depnakertrans juga menargetkan pelaksanaan pelatihan tahun 2008 akan berjumlah 98.000 orang dengan mendapat bantuan biaya pelatihan, baik untuk pelatihan yang ada di balai latihan kerja (BLK) pemerintah maupun swasta.

Tahun ini, Depnakertrans sudah mengalokasikan dana stimulan langsung ke unit pelatihan masing-masing, baik melalui dinas maupun langsung ke BLK. Instansi itu mengharapkan Pemda turut serta mengalokasikan dana bagi pelatihan warganya.

Sebagian lulusan BLK terserap oleh pasar kerja luar negeri. Pada tahun 2007 terdapat 1.000 lulusan BLK yang bekerja di Timur Tengah. Saat ini terdapat 11 unit pelaksana teknis pelatihan (UPTP) yang dibina oleh pusat, dan 2 UPTD lagi akan diserahkan ke pusat, yaitu UPTD Sumatera Barat di Padang dan UPTD Kendari.

Total UPTP yang ada saat ini sebanyak 161, sedangkan lembaga pelatihan swasta lebih dari 5.000 dengan berbagai macam jenis pelatihan. Tahun 2009 ditarketkan 120.000 orang yang akan dilatih.

Ditjen Bina Pelatihan Depnakertrans pada 29 November 2008 juga akan mengadakan lokakarya di Cives Bekasi yang akan mengundang sejumlah industri yang ada di Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau. Tujuannya untuk memperkenalkan program pelatihan dan manfaatnya bagi calon pekerja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau