Rupiah Malah Terpuruk

Kompas.com - 25/11/2008, 09:49 WIB

JAKARTA, SELASA - Rupiah Selasa (25/11) pagi, turun menjadi Rp 12.350 per dollar AS. Pelaku pasar kembali aktif membeli dollar AS. "Pelaku pasar membeli dollar AS untuk memenuhi kebutuhannya menjelang akhir tahun atau aksi korporasi membeli dollar AS untuk membayar hutang yang sudah jatuh tempo," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Selasa.
    
Ia mengatakan, tekanan pasar masih tetap tinggi, karena gejolak krisis keuangan global masih tak menentu, sehingga rupiah makin terpuruk, meski pemerintah hari ini akan menandatangani  bantuan pinjaman dari  Agence Francaise de Development (AFD) dari Perancis dalam rangka "Climate Change Program Loan" yang akan digunakan untuk mendukung "Rencana Kerja Nasional" mengatasi perubahan iklim. "Hal ini disebabkan kebutuhan dolar AS oleh pelaku pasar cenderung meningkat menjelang akhir tahun ini," katanya.

Rupiah, menurut dia, dalam waktu dekat masih sulit untuk bisa bergerak naik,  karena tekanan pasar semakin besar bahkan mata uang itu diperkirakan akan makin terpuruk menjauhi angka Rp 12.000 per dollar AS.
    
"Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya melalui instrumen Bank Indonesia tampak hasilnya masih belum terlihat," katanya.

Cadangan devisa pemerintah, sebut Rully,  juga semakin tergerus dipakai untuk menahan tekanan eksternal terhadap rupiah. "Dana cadangan devisa Bank Indonesia yang semula mencapai 60,5 miliar dollar AS semakin susut hingga mencapai 50,6 miliar dollar AS," ucapnya.

Menurut dia, pemerintah harus melalui bank sentral melakukan kerjasama dengan  bank sentral lainnya agar dapat memasok dollar AS ke pasar, sehingga dapat mengurangi keterpurukan rupiah yang terus terjadi.
    
"Permintaan dollar AS baik di pasar domestik maupun luar semakin besar sehingga posisi rupiah makin tertekan hingga mencapai di atas angka Rp 12.000 per dollar AS," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau