Foke Berharap Jakarta Bisa Jadi Kota Bebas Polusi

Kompas.com - 25/11/2008, 15:11 WIB

JAKARTA,SELASA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap dengan adanya peraturan tentang kawasan dilarang merokok (KDM) Jakarta menjadi kota bebas polusi udara seperti di New Delhi. Meski diakuianya proses tersebut memang tidak akan secepat dengan kota di India tersebut.

"Bila di New Delhi, hanya membutuhkan waktu selama tiga tahun, mungkin di Jakarta bisa lebih. Sebab masyarakat kita masih butuh sosialisasi," kata Fauzi Bowo di sela pemebukaan Pameran Kawasan Tanpa Rokok yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Plaza Semanggi Jakarta, Selasa (25/11).

Pria yang akrab disapa Foke ini menilai, polusi yang terjadi di Jakarta tidak hanya berasal dari asap rokok saja, namun dari polusi kendaraan bermotor. "Karenanya selain menggalakkan peraturan KDM, Pemprov juga akan melakukan penertiban polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, dengan terus menggalakkan car free day dan menggantii komposisi bahan bakar kendaraan umum dengan hidrogen," sebutnya.

Foke juga meminta dukungan dari semua pihak yang terkait dan masyarakat untuk mendukung peraturan yang dilakukan Pemprov DKI. "Karena dari pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, masyarakat banyak yang salah sangka karena mengira masalah ini cuma untuk kepentingan pemerintah, Jadi saya aharap ada kerja sama dari semua pihak," paparnya.

Pameran Kawasan Tanpa Rokok sendiri berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (25/11) sampai Rabu besok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau