JAKARTA,SELASA - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap dengan adanya peraturan tentang kawasan dilarang merokok (KDM) Jakarta menjadi kota bebas polusi udara seperti di New Delhi. Meski diakuianya proses tersebut memang tidak akan secepat dengan kota di India tersebut.
"Bila di New Delhi, hanya membutuhkan waktu selama tiga tahun, mungkin di Jakarta bisa lebih. Sebab masyarakat kita masih butuh sosialisasi," kata Fauzi Bowo di sela pemebukaan Pameran Kawasan Tanpa Rokok yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Plaza Semanggi Jakarta, Selasa (25/11).
Pria yang akrab disapa Foke ini menilai, polusi yang terjadi di Jakarta tidak hanya berasal dari asap rokok saja, namun dari polusi kendaraan bermotor. "Karenanya selain menggalakkan peraturan KDM, Pemprov juga akan melakukan penertiban polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor, dengan terus menggalakkan car free day dan menggantii komposisi bahan bakar kendaraan umum dengan hidrogen," sebutnya.
Foke juga meminta dukungan dari semua pihak yang terkait dan masyarakat untuk mendukung peraturan yang dilakukan Pemprov DKI. "Karena dari pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, masyarakat banyak yang salah sangka karena mengira masalah ini cuma untuk kepentingan pemerintah, Jadi saya aharap ada kerja sama dari semua pihak," paparnya.
Pameran Kawasan Tanpa Rokok sendiri berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (25/11) sampai Rabu besok.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang