PAMEKASAN, SELASA - Rukayah (37) warga miskin Kampung Kosambih, Kelurahan Kowel, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tiga tahun menderita penyakit hepatitis atau liver tanpa mendapat pengobatan.
Janda miskin beranak dua ini hanya bisa pasrah dengan penyakit yang dideritanya karena tidak punya biaya untuk berobat. Tubuhnya kurus kering dengan kondisi perut kembung layaknya wanita yang sedang hamil tujuh bulan.
"Dulu saya sering periksa ke puskesmas, waktu masih memiliki kartu asuransi kesehatan untuk keluarga miskin (Askeskin). Tapi saat ini masa berlakunya habis. Saya tak pernah lagi periksa ke puskesmas," katanya di Pamekasan, Senin.
Setiap hari ia hanya bisa berbaring lemas di tempat tidurnya. Semula Rukayah hanya tinggal bersama anak bungsunya Khairul Fatah yang saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SLTP. Tapi setelah setahun lebih menderita liver akhirnya janda yang ditinggal mati suaminya, Yusman 15 tahun lalu itu bersama dengan anak sulung dan menantunya. Demikian juga anaknya Khairul Fatah.
"Saya terpaksa tinggal di sini menghilangkan rasa malu numpang hidup ke anak menantu. Habis mau gimana lagi, saya sudah tidak bekerja," katanya lirih.
Menurut anaknya, Musfirah, selama ini dirinya telah berupa untuk menyembuhkan penyakit yang diderita ibunya dengan pengobatan alternatif. Tapi tak kunjung sembuh.
"Memang banyak orang menyarankan agar ibu diopname di rumah sakit. Tapi darimana kami bisa mendapatkan biaya. Wong sekarang biaya rumah sakit tidak sedikit," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang