Krisis Global Tak Berdampak Mematikan

Kompas.com - 25/11/2008, 18:01 WIB

YOGYAKARTA, SELASA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi DIY, Sukamto mengatakan, meski tetap berpengaruh terhadap kondisi dunia usaha di Yogyakarta, krisis ekonomi global tidak akan sampai berdampak mematikan. Sebab, basis ekonomi DIY adalah ekonomi rakyat, yang didominasi para pelaku usaha menengah dan kecil.

"Krisis ekonomi dalam negeri tahun 1997 yang jauh lebih berat, usaha kecil dan menengah kita masih mampu bertahan, apalagi ini. Memang ada pengaruh tetapi itu tidak terlalu berarti dampaknya," ucap Sukamto, Selasa (25/11) di Yogyakarta.

Untuk mengatasi dampak negatif krisis ekonomi global, pelaku usaha harus pandai menciptakan pasar alternatif. Negara tujuan ekspor jangan hanya ke Amerika Serikat, namun negara-negara lain yang potensial juga harus digarap. Di sisi lain, pasar dalam negeri perlu lebih dioptimalkan dengan dibantu promosi cinta produk dalam negeri oleh pemerintah. Misalnya, tujuan ekspor bisa dialihkan ke Timur Tengah. "Kita harus pintar-pintar mempromosikan produk epada negara-negara lain," ucapnya.

Menurut Sukamto, melambungnya nilai dollar terhadap rupiah yang kini sudah di atas Rp 12.000 adalah peluang emas bagi para eksportir. Dengan kurs tersebut, eksportir justru bisa mengeruk keuntungan lebih besar jika mampu menggarap pasar dengan lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau