Awas Ancaman Diabetes!

Kompas.com - 25/11/2008, 18:52 WIB

GRESIK, SELASA - Penyakit diabetes mellitus atau oleh masyarakat dikenal sebagai kencing manis, di Gresik khususnya dan Indonesia pada umumnya, dari tahun ke tahun terus meningkat. Data di Rumah Sakit Petrokimia Gresik menunjukkan pada 2007 tercatat 4.615 pasien, pada 2008 ini hingga November sudah mencapai 12.000 pasien atau meningkat tiga kali lipat. Sementara di Rumah Sakit Umum Ibnu Sina Gresik tercatat lebih dari 1.000 pasien per bulan.

Pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Jawa Timur, Subagijo Adi, Selasa (25/11) menyebutkan berdasarkan catatan Persadia, jumlah penderita diabetes mellitus diperkirakan mencapai enam persen dari total jumlah penduduk Jatim. Secara nasional pada tahun 2001 saja sudah tercatat 8,4 juta pasien penderita diabetes mellitus. Indonesia masuk peringkat keempat dunia jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak. Tahun 2030 mendatang, kami memperkirakan bisa meningkat hingga 21,3 juta penderita, katanya di Gresik.

Subagijo menegaskan masyarakat harus mewaspadai penyakit diabetes mellitus. Penyakit ini menyebabkan empat hingga lima kali kematian lebih besar dibanding yang nondiabetik. Penyakit penyebab kematian lainnya penyakit jantung koroner, dan penyakit kardivas kuler seperti ginjal, liver dan stroke.

Direktur RSU Ibnu Sina Gresik, Gusti Rizaniansyah Rusli menyebutkan dari 50 pasien yang masuk rumah sakit pemerintah tersebut 20 persen mengidap diabetes mellitus. "Saya perkirakan bisa di atas 1.000 pasien tiap bulan," ujar Gusti.

Mengingat bahaya dan tingginya penyakit diabetes mellitus PT Merck Indonesia Tbk menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk mendirikan Diabetes Point Center. Product ManagerT Merck Indonesia Tbk, Prafira Kuswardhani mengatakan tujuan pendirian dan pembentukan klinik tersebut untuk memberikan edukasi, pemberian informasi yang benar tentang penyakit diabetes mellitus. "Kami membantu meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes dengan memberikan penyuluhan, melakukan pemeriksaan gula d arah, dan mendukung terlaksananya olah raga DM," kata Prafira.

Di sela-sela pembukaan Klinik Diabetes Point Centre di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, Direktur Utama Rumah Sakit Petrokimia Gresik, Priyanto Swasono Selasa (25/11) berharap Diabetes Point Center yang didirikan satu-satunya di Jawa Timur ini bisa dimanfatkan masyarakat Gresik dan sekitarnya untuk memantau perkembangan kesehatannya. Peningkatan penderita diabetes mellitus terjadi hampir di semua rumah sakit. Dengan klinik ini, paling tidak masyarakat menyadari pentingnya kesehatan agar terhindar dari diabetes dan sebaran penderita diabetes bisa dicegah agar tidak meningkat, katanya.  

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau