BANGKOK, SELASA - Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mengatakan berencana kembali ke dunia politik di Thailand. Thaksin mengatakan dapat membereskan kemelut politik negara yang kini terus dikacaukan aksi-aksi protes.
Setela terjungkal dari politik lewat kudeta tak berdarah tahun 2006, Thaksin pernah mengatakan pensiun dari politik. Namun, Thaksin, kepada majalah Arabian Business, mengatakan Thailand menderita setelah berbulan-bulan didera aksi protes yang menentang boneka Thaksin di pemerintahan Thailand.
”Negara makin terpuruk. Kepercayaan investor asing hilang. Warga pedesaan hidup dalam kesulitan,” katanya kepada majalah yang terbit Minggu (23/11).
”Dengan keberadaan saya di puncak kekuasaan, saya akan bisa dengan cepat memulihkan kepercayaan kepada Thailand. Kita harus menciptakan sebuah mekanisme yang membuat saya bisa kembali ke tanah air. Karena itulah saya mengatakan kepada Anda bahwa saya ingin kembali menekuni politik,” kata Thaksin.
Aksi protes di Thailand kembali terjadi pada Mei 2008. Pemrotes menentang kebijakan pemerintahan yang berpihak kepada Thaksin, yang tersandung skandal korupsi. Thaksin adalah juga ipar PM Somchai Wongsawat.
Thaksin pernah dua kali terpilih sebagai PM Thailand. Dia kini diyakini bermukim di Dubai, Uni Emirat Arab. Dua tahun lalu dia dijatuhi hukuman in absentia atas kasus korupsi.
Mengkritik Inggris
Thaksin mengkritik Inggris yang mencabut visa izin tinggal baginya. Pencabutan dilakukan setelah Thaksin dinyatakan bersalah membantu istrinya, Pojaman, membeli lahan milik pemerintah saat dia berkuasa.
Meski terguling, Thaksin diyakini berada di balik gerakan politik Partai Kekuatan Rakyat. Pada 1 November lalu dia berpidato lewat telepon kepada 90.000 pendukung yang beraksi di sebuah stadium di Bangkok. Dia mengatakan, pendukungnya dan Raja Bhumibol Adulyadej bisa menolongnya kembali ke dunia politik. ”Jika tidak bisa, saya akan berbisnis saja,” kata Thaksin. (AFP/MON)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang