Thaksin Berencana Kembali ke Dunia Politik

Kompas.com - 26/11/2008, 06:11 WIB

BANGKOK, SELASA - Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mengatakan berencana kembali ke dunia politik di Thailand. Thaksin mengatakan dapat membereskan kemelut politik negara yang kini terus dikacaukan aksi-aksi protes.

Setela terjungkal dari politik lewat kudeta tak berdarah tahun 2006, Thaksin pernah mengatakan pensiun dari politik. Namun, Thaksin, kepada majalah Arabian Business, mengatakan Thailand menderita setelah berbulan-bulan didera aksi protes yang menentang boneka Thaksin di pemerintahan Thailand.

”Negara makin terpuruk. Kepercayaan investor asing hilang. Warga pedesaan hidup dalam kesulitan,” katanya kepada majalah yang terbit Minggu (23/11).

”Dengan keberadaan saya di puncak kekuasaan, saya akan bisa dengan cepat memulihkan kepercayaan kepada Thailand. Kita harus menciptakan sebuah mekanisme yang membuat saya bisa kembali ke tanah air. Karena itulah saya mengatakan kepada Anda bahwa saya ingin kembali menekuni politik,” kata Thaksin.

Aksi protes di Thailand kembali terjadi pada Mei 2008. Pemrotes menentang kebijakan pemerintahan yang berpihak kepada Thaksin, yang tersandung skandal korupsi. Thaksin adalah juga ipar PM Somchai Wongsawat.

Thaksin pernah dua kali terpilih sebagai PM Thailand. Dia kini diyakini bermukim di Dubai, Uni Emirat Arab. Dua tahun lalu dia dijatuhi hukuman in absentia atas kasus korupsi.

Mengkritik Inggris

Thaksin mengkritik Inggris yang mencabut visa izin tinggal baginya. Pencabutan dilakukan setelah Thaksin dinyatakan bersalah membantu istrinya, Pojaman, membeli lahan milik pemerintah saat dia berkuasa.

Meski terguling, Thaksin diyakini berada di balik gerakan politik Partai Kekuatan Rakyat. Pada 1 November lalu dia berpidato lewat telepon kepada 90.000 pendukung yang beraksi di sebuah stadium di Bangkok. Dia mengatakan, pendukungnya dan Raja Bhumibol Adulyadej bisa menolongnya kembali ke dunia politik. ”Jika tidak bisa, saya akan berbisnis saja,” kata Thaksin. (AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau