KEDIRI, RABU - Para peneliti gunung api dari berbagai perguruan tinggi di luar negeri akan melakukan penelitian di Gunung Kelud.
Kepala Sub Bidang Pengawasan Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budianto, di Kediri, Jatim, Rabu (26/11), mengatakan para peneliti itu akan melakukan penelitian di Gunung Kelud pada 3 Desember 2008. "Mereka berjumlah 22 orang berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Belgia, Italia, Selandia Baru, Singapura, Filipina, dan Papua Nugini," katanya.
Menurut Agus, mereka tertarik melakukan penelitian di Gunung Kelud karena ada fenomena baru berupa kubah lava yang menutup seluruh permukaan danau kawah. Kubah lava yang disebut masyarakat sebagai anak Gunung Kelud itu terbentuk setelah Gunung Kelud mengalami masa-masa kritis pada 9 September hingga 3 November 2007. "Mereka akan melakukan penelitian secara menyeluruh fenomena letusan yang terjadi di Gunung Kelud dari waktu ke waktu," kata Agus Budianto.
Agus menambahkan, di mata para peneliti asing itu Gunung Kelud memiliki beragam keunikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang