Lain Terapis, Lain pula Gaya Pijatnya

Kompas.com - 26/11/2008, 09:56 WIB

ADAKALANYA  kita merasakan teknik pemijatan yang berbeda-beda pada tubuh. Ada pijatan dengan melakukan penekanan di titik-titik tertentu, ada pula terapis yang lebih menyukai pemijatan dengan mengurut.

Teknik dan gaya pemijatan memang cukup beragam. Paling tidak, ada enam teknik dasar dalam pemijatan. Yakni, effulrage, petrissage, stroking, tappoment, tapping, dan kneading. "Keenam teknik ini menjadi dasar segala bentuk massage yang ada," jelas Tirza S. Tamin, Kepala Divisi Rehabilitasi Cedera Olah Raga Departemen Rehabilitasi Medik RSCM FKUI.

Teknik effulrage merupakan proses penaburan atau pengolesan jenis minyak yang akan dipakai untuk memijat. Sedangkan, petrissage dilakukan dengan mengangkat otot dan jaringan dalam. Cara ini dapat dilakukan dengan satu atau kedua tangan.

Sedangkan, terapis yang melakukan teknik strokking biasanya mencubit-cubit atau meremas bagian tubuh pasian. Adapun tappoment lebih merupakan teknik memijat dengan telapak tangan yang dipukulkan di tubuh pasien.

Sementara tapping merupakan teknik memijat dengan cara ' menekan ujung jari di tubuh pasien. Terakhir, kneading adalah penggunakan siku terapis yang ditekan di tubuh pasien.

Baik wellness massage maupun medical massage umumnya mengkombinasikan keenam teknik dasar ini. Dalam wellness massage, ada tiga jenis terapi pemijatan yakni neuromuscularmassage, shiatsu massage dan swedish massage.

Neuromuscullar massage merupakan terapi pemijatan yang lebih menekankan otot bagian dalam hingga ke tulang.

Sedangkan, teknik pemijatan Shiatsu massage tak terlampau keras dan cenderung hanya di permukaan. Nah, swedish massage adalah tipe pemijatan yang paling umum. Ini termasuk pukulan pukulan ringan dan gerakan meremas yang lama dan panjang. Sang terapis meningkatkan tekanan pada tangannya, lengan atau siku setahap demi setahap. Biasanya, mereka menggunakan minyak atau lotion.

Selain teknik memijat di atas, masih banyak teknik pemijatan lain yang berkembang. Thai massage misalnya. Pada teknik ini, terapis menggunakan kekuatan jempol menekan titik lemah otot dengan konsentrasi pijatan pada daerah punggung, kaki serta wajah. Salah satu keunikan thai massage adalah pijatannya tanpa lumuran minyak.

Belakangan, jenis pemijatan warm stone massage juga populer. Teknik ini menggunakan kekuatan batu alam yang dapat menghantarkan panas ke tubuh. Sebab, panas juga dapat mengurangi kekakuan otot. Alhasil, pijatan ini dapat mengurangi ketegangan otot dan membuat tubuh rileks.

Nah, dengan berbekal pengetahuan teknik pijat ini, Anda bisa mencoba beberapa teknik pijat yang berbeda. Tapi, satu hal yang perlu diingat, jangan makan tepat-sebelum pijat dilakukan. Bukan bugar didapat tapi sakit perut malah mendera. (Kontan/Tunggul Joko Pamungkas)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau