JAKARTA, RABU — Privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan merupakan pilihan tepat dalam menyelamatkan kondisi perekonomian Indonesia dari terjangan krisis ekonomi global. Pasalnya, kondisi pasar modal pun saat ini tengah memburuk, di mana harga-harga saham andalan masih terperosok.
"Privatisasi tidak menjadi pilihan saat ini karena pasar modal yang memburuk. Harga saham, seperti BUMI, menurun. Ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang pintar melihat peluang tersebut, seperti George Soros. Dia melihat harga saham sedang turun dan inilah saatnya untuk buying," ujar pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati dalam seminar Krisis Finansial, Kontestasi Politik dan Prospek Ekonomi 2009 di Hotel Century Atlet Senayan, Jakarta, Rabu (26/11) pagi.
Seharusnya, tutur dia, Pemerintah melakukan nasionalisasi terhadap aset Indonesia, seperti saham BUMI. Menurut dia, ini merupakan saat yang tepat bagi Pemerintah untuk nasionalisasi aset privat (membeli saham murah di pasar). "Namun, usaha ini jangan disalahgunakan untuk membantu kelompok tertentu," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang