Pengacara Ryan: Takdir "Kali Ya", Korbannya Meninggal Semua

Kompas.com - 26/11/2008, 14:34 WIB

JAKARTA,RABU - Ancaman hukuman mati dinilai tak pantas diberikan kepada Very Idham Henyansyah alias Ryan, terdakwa pembunuhan mutilasi Heri Santoso. Menurut koordinator tim kuasa hukum Ryan, Kasman Sangaji, dakwaan pasal 340 KUHAP tentang pembunuhan berencana salah tempat.

"Kalau saya berpikir melihat kronologis rinci yang dilakukan oleh klien saya, tidak berhak (dia) mendapatkan hukuman mati. Di sini yang disidangkan kan hanya kasus Heri Santoso, bukan semua korban yang dibunuh oleh klien saya. Kalau begitu, bukan hukuman mati yang harus diberikan oleh jaksa," tutur Kasman usai sidang perdana Ryan di PN Depok, Rabu (26/11).

Kasman menambahkan banyak kronologis yang dimuat dalam dakwaan tidak searah dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan dibumbui dengan asumsi dan persepsi individual. Menurut Kasman, jaksa harusnya tetap objektif dalam persidangan.

"Misalnya, uraian singkat tentang pasal 340 KUHAP itu salah semua karena klien kita kasusnya merupakan kasus publik hingga publik telah memvonis dia berhak dapatkan hukuman mati, tapi bukan berarti jaksa ikut-ikutan seperti itu," tutur Kasman.

Berdasarkan BAP, lanjut Kasman, Ryan mengaku tak merencanakan perampasan barang hingga pembunuhan dengan sengaja sebab pembunuh bukanlah tipikal Ryan secara individual. "Tapi berdasarkan dorongan, hasutan atau ancaman dari pihak luar. Lalu dia secara refleks tergerak hatinya untuk memukul dan bukan membunuh. Tapi siapa sangka ya, takdir kali ya, korbannya meninggal semua," tandas Kasman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau