Angie Memesona, Melenggang ke Babak Kedua

Kompas.com - 26/11/2008, 17:37 WIB

JAKARTA, RABU - Mantan ratu tenis Indonesia yang mendapat fasilitas wildcard, Angelique "Angie" Widjaja, tampil memesona dan melaju ke babak kedua turnamen tenis Piala Alfamart. Pada laga di Lapangan Tenis Hotel Sultan Jakarta, Rabu (26/11), Angie menaklukkan petenis Jabar, Tria Rizki, dengan stright set 6-0 6-3.

Di babak kedua nanti, Angie akan menghadapi petenis asal DIY, Mia Sacca. Unggulan keenam tersebut lolos setelah menang 6-3 6-0 atas Jean Valeria (JTG).

"Bermain tenis kan sudah kegemaran saya, setelah istirahat beberapa tahun akibat cedera kaki. Saya sudah gatal untuk mengayunkan raket lagi, dan buktinya di kejuaraan sebelumnya di Solo saya berhasil masuk final," ungkap Angie usai bertanding.

Dalam turnamen ini, Angie tak hanya tampil di nomor tunggal. Dia juga juga bermain di nomor ganda dan berpasangan dengan petenis DKI Jakarta, Liza Andriyani. Mereka bahkan ditempatkan sebagai unggulan teratas.

Menurutnya, sebagai mantan petenis puteri nomor satu di tanah air, dirinya merasa tak puas jika hanya turun di satu nomor saja. "Mungkin kalau di turnamen ini ada kelompok ganda campuran, mungkin saya akan tampil juga, soalnya memang sudah gandrung mau tampil keras di lapangan tenis," selorohnya.

Sementara itu, Lavinia Tananta  yang menjadi unggulan satu pada turnamen berhadiah total Rp 150 juta ini melaju sangat mudah ke babak kedua. Dia menang 6-0 6-0 atas petenis DKI Jakarta, Laureen Lang. Selanjutnya, Lavinia akan berhadapan dengan petenis Jateng, Pradita Debby, yang menang atas Vanesa Gunawan (DKI) dengan 6-3 6-4.

Sedangkan unggulan dua, Jessy Rompies, asal Kaltim, harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan tiket ke putaran kedua. Dia dipaksa bermain tiga set sebelum menundukan Nadia Frederika (DKI) dengan skor 4-6 6-1 6-3. Jessy akan menghadapi pemain non-unggulan, SumbarDwi Rahayu, yang dengan mudah mengatasi Puspa Rati (Kalbar) 6-1 6-1.

Di kelompok putera, dua petenis asal Jateng, unggulan tiga Sunu Wahyu dan Prima Simpati Aji yang unggulan empat, merendah mengenai peluangnya di turnamen ini. Keduanya mengaku tak memasang target juara.

Pasalnya, keduanya sudah dianggap aman untuk bermain di seri Master pada awal Desember mendatang. Adapun seri master itu menjadi puncak dari perhelatan tenis lima seri dan satu master bertajuk “Garuda Indonesia Tennis Series 2008”. Turnamen Alfamart Cup ini adalah seri terakhir.

"Sejak dua seri terakhir, saya berusaha main aman saja, paling tidak bisa bertahan hingga perempat final agar poin Master tidak turun. Untuk seri ini, saya coba main aman dan tanpa beban saja,” kata Sunu usai mengalahkan petenis kawakan Banten, Samsudin Pare, dengan 6-1 6-0.

Saat ini, Sunu masih bercokol di peringkat teratas klasemen 10 besar Garuda Indonesia Tennis Series 2008. Hanya delapan petenis putra-putri terbaik yang berhak tampil di seri Master berhadiah total Rp 500 juta itu. Sunu memimpin dengan 458 poin, diikuti rekannya, Prima, yang hanya terpaut dua angka.

Babak ketiga, Sunu menghadapi petenis kawakan Edy Kusdaryanto (SMU) yang sebelumnya secara mengejutkan menang atas unggulan 16, Michael Christian, dari Jabar dengan 6-4 7-6(3). Mengenai lawannya yang non-unggulan itu, Sunu mengaku takkan menganggap remeh karena Edy terkenal sangat ulet dan punya kelebihan menempatkan bola dengan akurat.

Senada dengan Sunu, Prima juga tidak pasang target tinggi. Dirinya hanya berharap bisa memberikan penampilan terbaik di seri terakhir ini dan bermain maksimal di Master.

Prima melaju ke babak ketiga setelah menundukkan Fandi Suyadi (NAD) 6-2 6-0. Babak selanjutnya, petenis jangkung ini akan menghadapi unggulan 15 asal Sumut, Tito Parulian, yang lolos setelah menang stright set 6-2 6-3 atas Ade Anugrah.

Laga lainnya, unggulan enam asal DKI Jakarta, Nesa Arta, menang mudah atas Sinatrya Putra (Riau) 6-1 6-1. Ia akan menghadapi petenis Jatim unggulan 12, Andery Setyawanto, yang sebelumnya menundukkan Kurnia Suranto (JTG) 6-0, 6-0. Unggulan dua Christopher Rungkat, menang mudah atas Gusti Jaya Kusuma (KTM) 6-0, 6-3. (ORO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau