Penggali Tanah Ilegal Dirazia

Kompas.com - 26/11/2008, 18:36 WIB

MOJOKERTO, RABU- Petugas gabungan dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (26/11), melakukan razia terhadap sejumlah lokasi penggalian tanah di areal persawahan yang dilakukan secara ilegal.

Petugas memang tidak berhasil menangkap pelaku, tetapi mengamankan empat alat berat pengeruk tanah (back hoe) yang ditinggalkan begitu saja ketika para pelaku mengetahui razia tersebut.

Di areal persawahan Desa Ngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, misalnyam petugas mengamankan tiga unit back hoe serta baterai untuk membangkitkan sistem kelistrikan back hoe tersebut.

Di Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, petugas yang terdiri dari pihak kepolisian dan TNI bersenjata lengkap, bersama Satuan Polisi Pamong Praja juga menemukan satu unit back hoe yang ditinggalkan begitu saja.  

 

Penggalian tanah di areal persawahan yang dilakukan secara ilegal itu menyisakan lubang-lubang besar dengan kedalaman sekitar tiga meter. Kondisi demikian sangat memprihatinkan, karena sawah tidak lagi bisa ditanami.

Kepala Desa Ngarjo, Listiyah, menyebutkan, para pelaku penggalian berasal dari luar desa. Mereka sudah diperingatkan beberapa bulan lalu, tetapi penggalian terus berlangsung.

Mereka melakukan penggalian tanpa dilengkapi izin. "Mereka masuk begitu saja, karena areal sawah yang dibeli juga bukan punya warga Desa Ngarjo," kata Listiyah.

Selain merusak lahan sawah, kegiatan penggalian yang dilakukan tanpa izin itu juga membuat jalan-jalan desa rusak dilintasi truk-truk besar pengangkut tanah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau