Gara-gara Rokok, Konser Rossa Didemo

Kompas.com - 26/11/2008, 19:17 WIB

JAKARTA, RABU - Konser Rossa yang berjudul, Konser Persembahan Cinta, Rabu (26/11) malam di Jakarta Convention Center diwarnai unjuk rasa akibat keterlibatan industri rokok. Sejumlah aktivis dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aliansi Total Ban, dan Indonesian Tobacco Control Network menggelar aksi damai di depan pintu masuk konser tersebut.

Communication Officer Komnas Perlindungan Anak Cahya Shima Dewi mengatakan, dengan disponsori industri rokok, konser tersebut telah secara tidak langsung menyerukan anak-anak Indonesia untuk merokok.

"Kami telah mengirimkan surat terbuka kepada Rossa tanggal 22 November silam yang berisi imbauan untuk membatalkan kerja sama dengan industri rokok, atau setidaknya meniadakan promosi rokok selama kegiatan berlangsung. Namun, tidak ada tanggapan dari manajemen Rossa," ujar Shima di sela-sela aksi damainya.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, meningkatnya jumlah perokok anak merupakan kontribusi dari agresivitas iklan industri rokok. "Industri rokok memang selalu mengemas iklan rokok dengan mengasosiasikannya dengan gaya hidup yang disukai remaja, dan melibatkan artis idola remaja," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, dalam penelitian yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak pada tahun 2007 didapati data bahwa kegiatan yang disponsori rokok berperan dalam inisiasi merokok pada anak, dan menyebabkan anak yang telah berhenti merokok kembali merokok.

Peserta aksi damai tersebut juga membagi-bagikan selebaran yang mengatakan, 1.172 jiwa meninggal akibat rokok setiap hari, guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rokok. "Apakah angka kematian 1.172 per hari akibat rokok adalah arti cinta dari konser yang bertajuk, Konser Persembahan Cinta," tanya Shima.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau