JAKARTA, RABU - Konser Rossa yang berjudul, Konser Persembahan Cinta, Rabu (26/11) malam di Jakarta Convention Center diwarnai unjuk rasa akibat keterlibatan industri rokok. Sejumlah aktivis dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aliansi Total Ban, dan Indonesian Tobacco Control Network menggelar aksi damai di depan pintu masuk konser tersebut.
Communication Officer Komnas Perlindungan Anak Cahya Shima Dewi mengatakan, dengan disponsori industri rokok, konser tersebut telah secara tidak langsung menyerukan anak-anak Indonesia untuk merokok.
"Kami telah mengirimkan surat terbuka kepada Rossa tanggal 22 November silam yang berisi imbauan untuk membatalkan kerja sama dengan industri rokok, atau setidaknya meniadakan promosi rokok selama kegiatan berlangsung. Namun, tidak ada tanggapan dari manajemen Rossa," ujar Shima di sela-sela aksi damainya.
Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, meningkatnya jumlah perokok anak merupakan kontribusi dari agresivitas iklan industri rokok. "Industri rokok memang selalu mengemas iklan rokok dengan mengasosiasikannya dengan gaya hidup yang disukai remaja, dan melibatkan artis idola remaja," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, dalam penelitian yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak pada tahun 2007 didapati data bahwa kegiatan yang disponsori rokok berperan dalam inisiasi merokok pada anak, dan menyebabkan anak yang telah berhenti merokok kembali merokok.
Peserta aksi damai tersebut juga membagi-bagikan selebaran yang mengatakan, 1.172 jiwa meninggal akibat rokok setiap hari, guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rokok. "Apakah angka kematian 1.172 per hari akibat rokok adalah arti cinta dari konser yang bertajuk, Konser Persembahan Cinta," tanya Shima.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang