Pertumbuhan Ekonomi 2009 3-4 Persen

Kompas.com - 27/11/2008, 04:39 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pertumbuhan ekonomi 2009 diprediksi di bawah 6 persen, pemerintah diimbau untuk optimistis sekaligus realistis. Perkiraan itu memang mengesankan optimisme tapi tak didukung oleh fakta dan kebijakan agar optimisme itu terealisasi.

Demikian dikatakan Ketua Komite Bangkit Indonesia Rizal Ramli di sela jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (26/11). "Seharusnya pemerintah mengupayakan bagaimana ke depan, perekonomian mengalami soft landing, ibaratnya jatuh tapi tak terlalu keras. Syaratnya cuma satu, jangan lagi memakai penyelesaian seperti tahun lalu misalnya dengan mengetatkan likuiditas, menaikkan suku bunga," kata Rizal.

Cara yang dipakai pemerintah untuk mengatasi krisis, menurut Rizal, sejauh ini masih mengakomodir cara untuk menyelesaikan krisis pada tahun 1998 yang terbukti lambat mengatasi dampak krisis. Menurut Rizal, pertumbuhan ekonomi yang realistis tahun depan mencapai 3-4 persen.

"Dari tiga motor pertumbuhan ekonomi seperti investasi, ekspor dan konsumsi masyarakat sudah terlihat. Pertama, dalam investasi saat ini modal asing semuanya 'pulang kampung', maka diproyeksikan ke depan investasi dalam dan luar negeri pasti berhenti," tutur Rizal.

Kedua, ekspor diperkirakan akan turun, seiring dengan anjloknya komoditi saat ini yang mencapai 40 persen. Ketiga, konsumsi masyarakat yang rendah karena daya beli masyarakat yang akan turun tahun depan sejalan dengan PHK yang akan terjadi. "Satu-satunya yang bisa diharapkan adalah goverment spending, tapi ternyata nilainya juga terbatas, karena tahun depan penerimaan dari pajak akan berkurang. Jadi empat motor penggerak perekonomian itu tidak jalan tahun depan, maka perlu adanya terobosan baru," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau