MILAN, KAMIS - Pelatih Inter Milan, Jose Mourinho mengakui, timnya pantas kalah dari Panathinaikos di leg kedua Liga Champions, Rabu (26/11). Meski demikian, ia tetap tidak dapat menerima hasil ini.
"Kami tidak boleh kalah lawan Panathinaikos walaupun dalam kondisi sudah lolos kualifikasi. Saya pikir mulai dari pelatih hingga pemain terakhir layak mendapat kekalahan ini," aku Mourinho seperti dikutip Channel 4. "Kami bergerak sangat lamban dan di babak pertama terlalu banyak ke tengah. Saya mencoba memasukkan beberapa pemain sayap setelah jeda untuk menyebar serangan."
Mourinho pantas kecewa dengan kekalahan ini karena hasil tersebut membuat lolos ke babak selanjutnya dengan predikat kurang manis. Ia tak habis pikir mengapa timnya begitu loyo, padahal Sabtu (22/11) lalu mereka sukses mengandaskan Juventus di Serie A.
“Saya pikir kata yang paling tepat adalah lemah secara psikologis dan fisik. Kami melihat tujuh atau delapan pemain yang berat melangkahkan kaki dan berpikir lambat hari ini. Mereka bersemangat di Serie A, bermain fantastis lalu bersantai-santai," ungkap pelatih asal Portugal tersebut.
Tim yang dibentuk Mourinho kali ini memang berbeda dari skuad yang dibuatnya saat melawan Juve akhir pekan lalu. Inilah yang membuat pelatih berjuluk The Special One itu prihatin. Menurutnya, susah sekali menghasilkan tim yang kuat dengan cara merotasi pemain dan ia tak mau ingin disalahkan karena hal itu.
"Ini permasalahan yang sesungguhnya. Ketika Anda bermain pada pertandingan level tinggi, maka sulit untuk memikirkan berapa banyak pemain yang harus diganti," tambahnya. "Jika saya merotasi skuad maka setiap orang akan bilang kami kalah karena saya terlalu banyak membuat perubahan. Saya menukar Dejan Stankovic karena dia lelah usai bermain lawan Juventus dan saya harus mengistirahatkannya."
"Kami bermain lebih baik ketika benar-benar berkonsentrasi karena semua pemain bergerak dengan lebih fokus dan itu akan lebih mudah. Saya sendiri harus menyemangati mereka dan membangun rasa percaya diri," komentarnya soal pertandingan Rabu malam tersebut.
Meski kalah, Mourinho masih memiliki harapan besar lolos ke babak berikutnya. Ini adalah kekalahan kedua Inter musim ini pada semua kompetisi yang diikutinya. Jadi, mereka masih memiliki mental yang cukup kuat untuk pertandingan berikutnya melawan Werder Bremen di pertandingan terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang