Kelompok Teroris Serang Mumbai, 101 Tewas

Kompas.com - 27/11/2008, 07:44 WIB

MUMBAI,KAMIS-Sedikitnya 101 tewas dan 200 lebih lagi luka dalam serangkaian serangan oleh sekelompok pria bersenjata di kota Mumbai (Bombay), India, Rabu (26/11) malam waktu setempat. Korban tewas termasuk enam warga asing.

Serangan terjadi pada sedikitnya tujuh tempat terkenal di kota bisnis India tersebut, termasuk serangan pada Taj Mahal Palace, hotel terkenal di Mumbai. Polisi mengatakan empat tersangka teroris tewas dan sembilan lainnya ditangkap.

Kantor berita India, The Press Trust of India melaporkan kelompok yang menamakan diri sebagai "Deccan Mujahideen" mengklaim diri bertanggung jawab atas  serangan di Mumbai. Kelompok tersebut telah mengirim pernyataan melalui surat elektronik ke sejumlah media.

Sekelompok pria bersenjata dengan membabi-buta memberondong kerumunan orang di stasiun  di wilayah selatan Mumbai dan restoran Leopold yang dikenal sebagai landmark di kota Mumbai. Selain itu mereka juga menyerang dua hotel, termasuk Taj Mahal Palace Hotel, dan kantor polisi. Sejumlah warga asing dilaporkan disandera.

Jeritan kepanikan dari sejumlah warga terdengar dan kepulan asap tebal membumbung  dari sebuah gedung bersejarah yang telah berusia 1 abad di Mumbai.
      
Menurut keterangan beberapa saksi mata, para penyerang secara khusus mengarahkan serangan ke warga Inggris dan AS. Kobaran api dilaporkan terdapat di beberapa tempat serta tembakan senjata terdengar selama beberapa jam.

Motif pembantaian belum diketahui. Namun, sejauh ini Mumbai kerap menjadi target serangan teroris yang dilancarkan oleh kalangan esktremis. Serangan itu termasuk serangkaian pemboman pada Juli 2007 yang menewaskan 187 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau