SUN Tetap Jadi Agenda

Kompas.com - 27/11/2008, 16:01 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pemerintah tetap mengagendakan penerbitan surat utang negara (SUN) baik domestik maupun internasional, meskipun sudah gencar mencari stand bay loan (pinjaman siaga) ke berbagai pihak asing.
    
"Meski ada fasilitas ini, pemerintah tetap mengagendakan penerbitan SUN baik di dalam negeri maupun luar negeri," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto di Jakarta, Kamis (27/11).
    
Ia menyebutkan, pembiayaan defisit dalam APBN 2009 melalui penerbitan SUN netto sebesar Rp54,7 triliun. "Itu tetap diupayakan, tetap diprioritaskan penerbitan SUN," katanya.
    
Menurut dia, adanya pinjaman siaga itu akan berdampak positif kepada penerbitan SUN. Pinjaman siaga akan mendorong kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah bisa mengamankan APBN 2009 sehingga tingkat resiko dan yield SUN menjadi kecil.
    
Mengenai pinjaman siaga, Rahmat menjelaskan, pemerintah dan DPR dalam APBN 2009 menyepakati perlunya pinjaman siaga untuk mengantisipasi kondisi krisis tahun depan yang berdampak pada sulitnya mendapatkan pendanaan dari pasar melalui penerbitan SUN.
    
"Pasal 23 UU tentang APBN 2009 merumuskan bahwa pemerintah dapat melakukan tindakan mengamankan APBN saat krisis terkait program-program penting seperti infrastruktur dan program prioritas lain yang tak dapat dikompromikan," katanya.
    
Rahmat mengakui, pemerintah sudah menyampaikan permintaan pinjaman siaga itu kepada pihak bilateral maupun multilateral seperti Jepang, Prancis, Australia, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Pembangunan Islam (IDB).
    
Mereka, lanjutnya, menyatakan antusias untuk membantu Indonesia, paling tidak dengan memberikan komitmen moral kepada Indonesia. "Berapa jumlah pembiayaan yang dibutuhkan, belum bisa didisclose, tapi mereka antusias untuk membantu Indonesia," tegasnya.
   
Mengenai term and condition pinjaman siaga itu, Rahmat mengatakan, pemerintah menegosiasikan agar dari sisi cost dan risiko dapat ditekan. Sementara, tenornya cukup panjang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau