Nova/Liliyana Belum Terbendung

Kompas.com - 27/11/2008, 16:46 WIB

HONGKONG, KAMIS - Ganda campuran Indonesia yang menjadi unggulan pertama, Nova Widianto/Liliyana Natsir, belum terbendung dan melaju ke putaran ketiga Hongkong Terbuka Super Series. Pada laga di Queen Elizabeth Stadium, Kamis (27/11), peringkat satu dunia tersebut perlu waktu 42 menit untuk menang tiga set atas pasangan China, Xu Chen/Zhao Yunlei.

Pada set pertama, Nova/Liliyana tak berdaya karena mereka menyerah dengan skor 13-21. Tapi setelah itu, pasangan yang menyabet medali perak Olimpiade Beijing 2008 tersebut bangkit untuk meraih kemenangan di dua set selanjutnya dengan skor 21-12 21-11 untuk maju ke putaran berikut.

Bagi Liliyana, kesuksesan ini melengkapi hasil positif di hari yang sama karena beberapa saat sebelumnya, dia juga berhasil lolos di nomor ganda putri. Berpasangan dengan Vita Marissa--Vita sudah lebih dulu tersingkir dari nomor ganda campuran--, mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chong Sook Chin/Woon Khe Wei.

Untuk memperoleh tiket ke semifinal, Nova/Liliyana akan melawan ganda campuran China, Zheng Bo/Zhang Yawen, yang mengalahkan mereka dalam pertemuan terakhir di China Masters. Ganda China yang diunggulkan di tempat ketujuh itu memastikan diri ke perempat final setelah menang atas pasangan tuan rumah, Yohan Hadikusumo Wiratama/Chau Hoi Wah, dengan 21-15 21-17.

Sayang, kesuksesan Nova/Liliyana tak diikuti oleh satu-satunya tunggal putri Indonesia yang berlaga di putaran kedua. Pia Zebadiah Bernadet yang promosi ke babak utama menyusul mundurnya pemain nomor satu Indonesia, Maria Kristin, belum mampu mendobrak kekuatan pemain China, Xie Xingfang.

Pia yang sehari sebelumnya menghentikan langkah pemain Kanada, Anna Rice, dalam pertarungan rubber set 19-21 21-7 24-22, harus mengakui keunggulan Xingfang yang menjadi unggulan keempat. Dalam pertarungan berdurasi 29 menit tersebut, Pia yang merupakan adik kandung dari pemain ganda putra Markis Kido, menyerah dua set langsung, 10-21 13-21.

Dengan demikian, pupuslah harapan Indonesia di nomor tunggal putri karena sudah tak ada lagi wakilnya. (LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau