Usai Serangan Mumbai, India Tahan Dua Kapal Pakistan

Kompas.com - 28/11/2008, 02:12 WIB

NEW DELHI, KAMIS - Dua kapal dagang Pakistan ditahan di lepas pantai India setelah serangan-serangan militan di Mumbai, kata Kantor Berita India PTI, Kamis.
       
Kantor berita itu mengutip beberapa sumber kementerian dalam negeri yang mengatakan, kapal-kapal itu dihadang di lepas pantai Negara Bagian Gujarat, tepat sebelah utara Mumbai.

Laporan itu disiarkan setelah Angkatan Laut India menyatakan mereka menindaklanjuti kecurigaan bahwa kelompok orang bersenjata yang melakukan serangan-serangan di Mumbai yang menewaskan sedikitnya 125 orang mencapai kota tersebut dengan kapal cepat setelah diturunkan oleh kapal yang lebih besar.

Berita itu juga disiarkan setelah Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan bahwa para penyerang itu berasal dari "luar negeri" dan pejabat militer yang memimpin operasi penumpasan militan menekankan bahwa mereka datang dari Pakistan, negara tetangga saingan India.

Namun, Menteri Pertahanan Pakistan Ahmed Mukhtar membantah keterlibatan negaranya dalam serangan tersebut. "Kami belum memperoleh informasi yang pasti" mengenai insiden itu, kata jurubicara Airbus Stefan Schaffrath.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau