BI Larang Pembelian Valas via Produk Hibrida

Kompas.com - 28/11/2008, 10:32 WIB

JAKARTA, JUMAT -  Bank Indonesia (BI) mempersempit ruang gerak perdagangan berbau spekulasi. BI kemarin melarang pembelian, valuta asing (valas) dalam jumlah berupa pun apabila pembelian tersebut terkait dengan Produk terstruktur (structured product) dari bank.

Istilah structured product kerap digunakan untuk merujuk ke sebuah portofolio yang terdiri dari berbagai aset, termasuk instrumen derivatif dan valas.

Contoh produk bank yang terstruktur adalah dual currency deposit. Produk ini merupakan deposito jangka pendek yang di dalamnya terdapat kemungkinan terjadi konversi antara valuta asing dengan mata uang rupiah.

BI mencurigai, produk terstruktur semacam dual currency deposit dipakai sebagai instrumen untuk melakukan kegiatan spekulasi. Ujung-ujungnya, bisa menimbulkan ketidakstabilan nilai tukar rupiah.

Ketentuan tentang larangan penjualan dolar terkait dengan structured product termuat dalam Surat Edaran BI Nomor 10/42/DPD tentang Pembelian Valuta Asing terhadap Rupiah kepada Bank. Aturan yang terbit 27 November 2008 ini merupakan penjabaran dari PBI Nomor 10/28/PBI/2008 yang keluar 12 November 20081alu.

Beleid ini juga kembali menegaskan pembelian valas oleh nasabah atau pihak asing lewat bank di atas  100.000 dollar AS dalam sebulan harus dengan underlying transaction yang jelas. Namun, surat edaran ini lebih merinci jenis transaksi underlying yang dibolehkan. Untuk nasabah bank, misalnya, transaksi underlying yang dibolehkan antara lain untuk kegiatan impor barang dan jasa, untuk pembayaran utang dalam valas, dan pembayaran atas pembelian aset di luar negeri. Jenis transa.ksi underlying lainnya untuk kegiatan usaha agen perjalanan, serta penempatan pada simpanan dalam valas.

Sedangkan untuk pihak asing, underlying transaction yang dibolehkan antara lain berupa pencairan aset atau investasi dalam rupiah termasuk repatriasi modal, serta pengembalian kredit oleh debitor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau