Sistem Hibrida pada BTS Hemat Listrik 80 Persen

Kompas.com - 28/11/2008, 10:40 WIB

BANDUNG, JUMAT - Penggunaan sistem hibrida berupa pembangkit listrik tenaga terbarukan seperti surya, angin, dan lain-lain pada base transceiver station (BTS) operator seluler dapat menekan konsumsi energi dari PLN sebesar 80 persen.

Head of West Java Region PT Indosat Bambang Wirawanto di Bandung, Jumat (28/11), mengatakan, tenaga alternatif untuk program uji coba komersial BTS menggunakan angin, matahari, dan biofuel yang telah dilakukan di Girisari, Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kombinasi tenaga surya dan biofuel terbukti berhasil mengurangi emisi CO2 ekuivalen sebesar 2,4 ton, kata Bambang. Sistem hibrida itu sepenuhnya menggunakan produk dalam negeri. Indosat bekerja sama dengan PT Len Industri (Persero) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Guna menjamin ketersediaan biofuel dari biji jarak, Indosat akan merintis kerja sama dengan petani lokal Sumbawa untuk penanam po hon. Indosat berencana menambah BTS yang menggunakan sistem hibrida di lokasi yang tersedia energi itu. Bambang mengatakan, pihaknya juga membuka diri bagi operator lain bila berniat menggunakan model tersebut untuk BTS berenergi alternatif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau