MAGETAN, JUMAT - Petani di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur terpaksa membeli paket pupuk urea sebanyak satu sak dan pupuk organik Biomass satu sak. Padahal petani tidak membutuhkan pupuk Biomass.
Paket pupuk yang harus dibeli petani ini harganya Rp 155.000, dengan rincian pupuk urea seharga Rp 60.000 dan pupuk Biomass seharga Rp 95.000. Pupuk ureanya merupakan pupuk bersubsidi produksi PT Petrokimia Gresik sedangkan Biomass merupakan pupuk non-subsidi produksi CV Lumbung Padi Mojokerto.
"Kami tidak pernah memakai pupuk Biomass, pupuk yang kami pakai itu campuran urea, ZA, dan Phonska. Namun karena pihak kios mengharuskan petani membeli paket pupuk urea dan Biomass, ya terpaksa kami membelinya," ujar Suyatno, petani Gunungan, Jumat (28/11).
Pemilik Kios Pupuk di Gunungan, Suyatno, beralasan pupuk Biomass merupakan pupuk pengganti dari pupuk Superphos, ZA, atau Phonska yang belum dikirim oleh Petrokimia Gresik. "Tidak perlu khawatir, pupuk itu sama khasiatnya dengan yang lain," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang