Depag Kurang Serius Tanggapi Masalah Ibadah Haji

Kompas.com - 28/11/2008, 20:12 WIB

JAKARTA, JUMAT- Teknis penyelenggaraan haji hingga tahun 2008 ini masih kurang serius ditangani Departemen Agama. Pasalnya, berbagai kasus dalam penyelenggaraan ibadah haji, dari sejak pembayaran, pemondokkan, pelaksanaan hingga kepulangan, terus terjadi dan selalu berulang setiap tahunnya.

Demikian diungkapkan Direktur Advokasi Konsumsi Muslim Indonesia (AKMI) As'ad Nugroho di Jakarta, Jumat(28/11). Dari delapan elemen teknis penyelenggaraan haji, ada tiga yang paling parah, yakni pemondokkan, pelayanan medis, dan tenaga pembimbing petugas.

Menurut As'ad, untuk ketiga hal itu sepertinya belum ada perubahan berarti. Dalam hal pemondokkan misalnya, banyak jemaah yang mengeluh tentang kelayakan, fasilitas hingga jumlah maksimum orang per ukuran kamar. Belum lagi, jarak yang terlalu jauh dari tempat beribadah.

Untuk pelayanan medis, ketersediaan obat masih menjadi masalah. Demikian juga kecepatan pelayanannya, terutama jika ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit.

Selain itu, tugas kerja pembimbing terhadap jemaah haji tidak jelas. Rasio yang tidak seimbang antara pembimbing dan jemaah, sehingga jemaah sering tidak mengenal pembimbingnya.

"Dengan berbagai masalah ini, tentu saja akan mempengaruhi konsentrasi dan kekhususkan dalam menunaikan ibadah haji," tambah As'ad.

Meski juga terus muncul setiap tahun, untuk lima aspek teknis lain relatif dianggap tidak bermasalah. Yakni bimbingan sebelum keberangkatan, setoran haji, makanan dan minuman, penerbangan, dan sarana pengaduan.

Dengan jumlah jemaah sekitar 200.000 orang, mestinya Departeman Agama lebih serius dan profesional menyelenggarakan ibadah haji, sehingga berbagai persoalan yang rutin setiap tahun terjadi bisa diminimalkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau