Bangkitkan Kembali Wisata Toraja

Kompas.com - 29/11/2008, 00:57 WIB

Makassar, Kompas - Di tengah krisis finansial global, pamor Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu pusat kunjungan wisatawan di Tanah Air kini diupayakan dibangkitkan kembali. Meniru format Bali, berbagai atraksi budaya di 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dimobilisasi untuk menyemarakkan momentum kebangkitan itu.

”Ini ditandai dengan Lovely December berupa atraksi budaya dan jelajah keindahan alam dari tanggal 1-29 Desember 2008. Setiap hari selama kurun waktu itu disuguhkan beragam atraksi budaya yang dulu menjadi primadona Toraja dan Sulawesi Selatan,” ujar Ama Saing, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat (28/11).

Atraksi itu antara lain Rambu Solo (upacara pemakaman adat Toraja), Rambu Tuka (upacara syukuran adat Toraja), dan Masemba (tarian bela diri Toraja). Biasanya Rambu Solo dan Rambu Tuka digelar sesuai agenda hajatan rumpun keluarga tertentu dan sulit diagendakan sesuai dengan program pemerintah.

”Kali ini sejumlah keluarga berbesar hati untuk menyesuaikan waktu hajatannya dengan Lovely December. Ini dirancang menjadi semacam musim mudik bagi warga Toraja perantauan sekaligus memancing kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara. Toraja dan Sulsel diarahkan menjadi satu di antara 10 tujuan wisata terbaik di Indonesia,” ujar Ama.

Kegiatan lainnya terkait dengan keindahan dan potensi alam Toraja berupa Festival Sungai Maiting, Festival Tari Pagellu, Kontes Kerbau, Panjat Tebing, dan Arung Jeram.

Konsultan komunikasi pariwisata Sulsel, Muhammad Akbar, menambahkan, seluruh kabupaten/kota ikut mendukung dengan atraksi budaya. Salah satunya Makkacaping dari Sidrap. (nar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau