SAMARINDA, SABTU - Sejumlah kawasan bisnis di Kota Samarinda (Kalimantan Timur), lumpuh akibat banjir yang melanda sebagian jalan protokol pada daerah yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa itu.
Banjir yang terjadi sejak Rabu lalu membuat sejumlah toko di Jalan Cendrawasih, Jalan Pemuda dan Jalan dr Soetomo tutup. Akibatnya, warga korban banjir cukup kesulitan memperoleh bahan makanan.
"Kami sulit mendapatkan makanan, karena semua toko disepanjang jalan dr. Sutumo tutup," kata warga Jalan Dr. Soetomo, Asrul.
Ia mengaku bahwa selain sulit membeli bahan makanan, warga yang menjadi korban banjir juga belum mendapatkan bantuan makanan.
"Kemarin (Jumat) kami sempat mendapat bantuan nasi kotak dari sebuah hotel. Tapi, sampai sekarang tidak ada lagi yang memberi bantuan, termasuk pemerintah Kota Samarinda," ujar Asrul.
Selain melumpuhkan aktivitas perbelanjaan, banjir yang melanda Kota Samarinda juga menyebakan sejumlah ruas jalan ditutup. Kawasan Jalan dr. Sutomo, sejak Kamis sulit dilalui kendaraan sehingga akses jalan menuju ke Mall Lembuswana tersebut terpaksa ditutup warga.
"Selain tidak bisa dilalui kendaraan akibat ketinggian air mencapai 60 hingga 70 centimeter, kami juga terpaksa menutup jalan karena gelombang air akibat dilalui kendaraan masuk hingag ke rumah sehingga bisa merusak rumah kami," katanya.
Banjir yang melanda sebagian wilayah di tiga kecamatan di Samarinda yakni, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Ilil dan Samarinda Ulu, juga menyebabkan aktifitas sejumlah sekolah diliburkan.
"Kami sudah libur sejak Kamis dan belum tahu akan mulai sekolah lagi. Air menggenangi kelas kami sejak Rabu siang dan sampai sekarang masih terendam," ujar seorang murid SD 024 Perumahan Bengkuring, Keluarahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Aan.
Air juga merendam SDN 06 Jalan Dr. Soetomo Samarinda. Pihak sekolah terpaksa meliburkan sebagian muridnya hingga watu yang belum ditentukan.
"Murid Kelas I hingga kelas III diliburkan sampai air di dalan kelas kering. Murid kelas IV sampai Kelas VI tetap belajar namun bagi murid yang rumahnya berada di kawasan banjir tetap diberi dispensasi tidak mengikuti pelajaran hingga air surut," kata petugas keamanan SDN 06 Jalan Dr. Soetomo Samarinda.
Banjir terparah kali ini melanda kawasan Perumahan Bengkuring Blok C, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara. Pada Kamis, ketinggian air di RT. 78 mencapai 160 centimeter. Bahkan, sebagian rumah warga terlihat sudah hampir tenggelam.
"Warga sudah meninggalkan rumahnya sejak Kamis pagi sebab rumah mereka sudah hampir tenggelam. Karena air terus naik, kemungkinan rumah di RT. 78 sudah tenggelam. Kami sudah tidak berani sampai ke sana karena airnya terlalu dalam," ujar warga Jalan Bengkuring I, Perumahan Bengkuring, Adi.