Banjir, Samarinda Lumpuh

Kompas.com - 29/11/2008, 18:01 WIB

SAMARINDA, SABTU - Sejumlah kawasan bisnis di Kota Samarinda (Kalimantan Timur), lumpuh akibat banjir yang melanda sebagian jalan protokol pada daerah yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa itu.
     
Banjir yang terjadi sejak Rabu lalu membuat sejumlah toko di Jalan Cendrawasih, Jalan Pemuda dan Jalan dr Soetomo tutup. Akibatnya, warga korban banjir cukup kesulitan memperoleh bahan makanan.
     
"Kami sulit mendapatkan makanan, karena semua toko disepanjang jalan dr. Sutumo tutup," kata warga Jalan Dr. Soetomo, Asrul.
Ia mengaku bahwa selain sulit membeli bahan makanan, warga yang menjadi korban banjir juga belum mendapatkan bantuan makanan.

"Kemarin (Jumat) kami sempat mendapat bantuan nasi kotak dari sebuah hotel. Tapi, sampai sekarang tidak ada lagi yang memberi bantuan, termasuk pemerintah Kota Samarinda," ujar Asrul.

Selain melumpuhkan aktivitas perbelanjaan, banjir yang melanda Kota Samarinda juga menyebakan sejumlah ruas jalan ditutup. Kawasan Jalan dr. Sutomo, sejak Kamis sulit dilalui kendaraan sehingga akses jalan menuju ke Mall Lembuswana tersebut terpaksa ditutup warga.
     
"Selain tidak bisa dilalui kendaraan akibat ketinggian air mencapai 60 hingga 70 centimeter, kami juga terpaksa menutup jalan karena gelombang air akibat dilalui kendaraan masuk hingag ke rumah sehingga bisa merusak rumah kami," katanya.
     
Banjir yang melanda sebagian wilayah di tiga kecamatan di Samarinda yakni, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Ilil dan Samarinda Ulu, juga menyebabkan aktifitas sejumlah sekolah diliburkan.
     
"Kami sudah libur sejak Kamis dan belum tahu akan mulai sekolah lagi. Air menggenangi kelas kami sejak Rabu siang dan sampai sekarang masih terendam," ujar seorang murid SD 024 Perumahan Bengkuring, Keluarahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Aan.
    
Air juga merendam SDN 06 Jalan Dr. Soetomo Samarinda. Pihak sekolah terpaksa meliburkan sebagian muridnya hingga watu yang belum ditentukan.
     
"Murid Kelas I hingga kelas III diliburkan sampai air di dalan kelas kering. Murid kelas IV sampai Kelas VI tetap belajar namun bagi murid yang rumahnya berada di kawasan banjir tetap diberi dispensasi tidak mengikuti pelajaran hingga air surut," kata petugas keamanan SDN 06 Jalan Dr. Soetomo Samarinda.
     
Banjir terparah kali ini melanda kawasan Perumahan Bengkuring Blok C, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara. Pada Kamis, ketinggian air di RT. 78 mencapai 160 centimeter. Bahkan, sebagian rumah warga terlihat sudah hampir tenggelam.
     
"Warga sudah meninggalkan rumahnya sejak Kamis pagi sebab rumah mereka sudah hampir tenggelam. Karena air terus naik, kemungkinan rumah di RT. 78 sudah tenggelam. Kami sudah tidak berani sampai ke sana karena airnya terlalu dalam," ujar warga Jalan Bengkuring I, Perumahan Bengkuring, Adi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau