Tuna Netra Jateng Tuntut Simulasi Pemungutan Suara

Kompas.com - 29/11/2008, 18:59 WIB

SEMARANG, SABTU - Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah berharap ada simulasi cara memberikan suara sah sebelum pelaksanaan Pemilu 2009 untuk seluruh penyandang tunanetra.
    
"Sampai sekarang belum ada simulasi karena cara memberikan suara untuk Pemilu 2009 berbeda dengan Pemilu 2004," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah ITMI Jateng, Endy Risyanto seusai mengikuti sosialiasi UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD di Semarang, Sabtu.

Endy mengatakan, sebenarnya penyandang tunanetra mengaku kesulitan memberikan suara dengan cara centang, apalagi tidak disertai dengan alat bantu.

"Kalau dulu dengan coblos kan kita bisa mengecek bekas atau tanda coblosan. Nah, kalau centang, bagaimana kita bisa mengetahuinya," katanya. Ia menjelaskan, pada Pemilu 2004 penyandang tunanetra mendapat alat bantu damplit berupa karton berlobang-lobang, sehingga memudahkan pemilih untuk memberikan suara. Untuk Pemilu 2009, Endy menjelaskan, akibat banyaknya jumlah partai politik peserta Pemilu 2009 ke depan tidak disediakan alat bantu.
    
Oleh karena itu, Endy berharap agar sebelum Pemilu 2009 dilakukan simulasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng dan partai politik peserta pemilu.

"Kalau kita yang aktif mencari tahu bagaimana cara centang, apa manfaatnya bagi kita. Kita mencari makan sehari-hari saja sudah sulit," katanya. Menurut Endy, jika tidak ada peran aktif dari penyelenggara pemilu untuk mendekati penyandang tunanetra maka bisa saja tidak bisa berpartisipasi dalam pemilu. Jumlah penyandang tunanetra di 13 daerah pimpinan daerah (DPD) yang berada di Jawa Tengah sebanyak 1.300 orang.
    
Endy menambahkan, dalam Pasal 156 ayat (1) UU Nomor 10/2008 menyebutkan, pemilih tunanetra, tunadaksa, dan yang mempunyai halangan fisik lain saat memberikan suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) dapat dibantu oleh orang lain atas permintaan pemilih."Aturan itu, istilahnya ya hak politik kita tidak terzalimi. Kita boleh membawa pendamping sesuai keinginan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau