Diwarnai Lampu Mati, Bhinneka Taklukkan Muba Hang Tuah

Kompas.com - 29/11/2008, 21:46 WIB

SEMARANG, SABTU - Bhinneka Solo taklukkan Muba Hang Tuah Palembang 73-66 pada pertandingan lanjutan Liga Bola Basket Indonesia (IBL) di GOR Sahabat Semarang, Sabtu (29/11) malam. Duel ini juga diwarnai dengan padamnya lampu saat pertandingan kedua tim itu berlangsung.

Lampu yang padam sekitar empat menit tersebut terjadi pada kuarter kedua memasuki menit kelima dari 10 menit yang dijadwalkan. Saat itu kedudukan 19-20 untuk kemenangan Muba Hang Tuah Palembang.

Tim asuhan pelatih Wempi Riyanto tersebut tertinggal dalam perolehan angka pada kuarter pertama (14-15) dan kuarter ketiga (18-26). Namun mereka unggul pada kuarter kedua (21-7) dan keempat (20-18).

Pelatih Bhinneka, Wempi Riyanto, mengatakan bahwa pemainnya baru beradaptasi dengan pemain-pemain Muba Hang Tuah yang merupakan tim debutan di ajang bola basket profesional ini.

"Pada kuarter pertama, kami masih beradaptasi dengan pemain mereka karena kami tidak tahu karakter pemain mereka. Namun selanjutnya, kami sudah bisa berjalan," katanya.

Ia mengakui, pada kuarter keempat pemainnya banyak melakukan kesalahan sehingga tim lawan sempat mengejar perolehan angkanya.

Manajer Muba Hang Tuah, Ferry Jufri, mengakui bahwa timnya merupakan debutan di IBL tahun ini, sehingga mereka masih gugup. Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah para pemainnya bisa menimba pengalaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau