BREBES, MINGGU - Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan kambing di wilayah Brebes dan Tegal meningkat. Hal tersebut mengakibatkan naiknya harga hewan tersebut. Peningkatan permintaan maupun harga kambing mulai terjadi sejak sepekan lalu.
Suripto (35), peternak dan pedagang kambing di Kauman, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Minggu (30/11) mengatakan, dalam sepekan terakhir, harga kambing naik sekitar 40 persen. "Sebelumnya, kambing dengan berat sekitar 50 kilogram hanya Rp 700.000 per ekor, namun saat ini mencapai Rp 1 juta per ekor. Kenaikan bertahap, dua hari lalu masih Rp 900.000 per ekor," ujarnya.
Menurut dia, kenaikan tersebut akibat meningkatnya permintaan. Meskipun Hari Raya Idul Adha masih akan berlangsung sepekan lagi, sebagian masyarakat sudah membeli kambing untuk hewan kurban. Dalam dua hari terakhir, Suripto mengaku menjual delapan ekor kambing. Padahal biasanya, permintaan kambing tidak selalu diperoleh setiap hari.
Tahun ini, ia menyiapkan 50 ekor kambing berusia di atas 1,5 tahun, untuk dijual sebagai hewan kurban. Harga kambing bervariasi, antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per ekor. Kambing tersebut dibelinya sekitar 10 bulan lalu, dengan harga antara Rp 375.000 hingga 550.000 per ekor.
Syafian (30), penjual kambing lainnya di Kecamatan Brebes mengatakan, meskipun sudah naik, harga kambing saat ini masih relatif murah. Kenaikan harga dan permintaan kambing diperkirakan akan mencapai puncaknya pada empat hari hingga satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. "Saat ini masyarakat yang sudah membeli kambing masih menitipkannya di peternak. Kambing baru diambil mendekati hari raya," katanya.
Selain di Brebes, kenaikan permintaan dan harga kambing juga mulai terjadi di Kota Tegal. Ali (35), pedagang kambing di Pasar Langon Kota Tegal mengatakan, harga kambing tahun ini lebih tinggi sekitar Rp 200.000 per ekor, bila dibandingkan tahun lalu. Saat ini, ia menjual kambing antara Rp 700.000 hingga Rp 1,7 juta per ekor.
Selain kambing, peningkatan permintaan juga terjadi pada sapi. Hingga saat ini, ia mengaku sudah menjual 26 ekor sapi, untuk persiapan hewan kurban. Harga sapi berkisar antara Rp 8 hingga Rp 10 juta.
Pengawasan dan Pemeriksaan
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jhoni Murahman mengatakan, untuk mengawasi penjualan hewan kurban, dinas peternakan menerjunkan 40 orang. Mereka tersebar di 17 kecamatan di Brebes.
"Pemeriksaan dilakukan dengan meninjau kesiapan hewan di kandang, pemeriksaan di tempat-tempat penjualan hewan kuran, dan pemeriksaan di lokasi pemotongan hewan. Pengawasan meliputi dua hal, sebelum dan sesudah dipotong," ujarnya.
Beberapa jenis penyakit yang menjadi fokus pemeriksaan, yaitu antraks, sapi gila, TBC, cacing hati, dan scabies atau kudis. Pemeriksaan menghasilkan tiga kesimpulan, yaitu hewan boleh dipotong dan dikonsumsi semua bagian tubuhnya atau sebagian, hewan tida k boleh dipotong, dan hewan harus ditunda untuk dipotong karena diobati terlebih dahulu. Masing-masing pedagang juga akan mendapat sertifikat kelayakan hewan yang dijual.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang