Permintaan Tinggi, Harga Kambing Naik

Kompas.com - 30/11/2008, 22:25 WIB

BREBES, MINGGU - Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan kambing di wilayah Brebes dan Tegal meningkat. Hal tersebut mengakibatkan naiknya harga hewan tersebut. Peningkatan permintaan maupun harga kambing mulai terjadi sejak sepekan lalu.

Suripto (35), peternak dan pedagang kambing di Kauman, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Minggu (30/11) mengatakan, dalam sepekan terakhir, harga kambing naik sekitar 40 persen. "Sebelumnya, kambing dengan berat sekitar 50 kilogram hanya Rp 700.000 per ekor, namun saat ini mencapai Rp 1 juta per ekor. Kenaikan bertahap, dua hari lalu masih Rp 900.000 per ekor," ujarnya.

Menurut dia, kenaikan tersebut akibat meningkatnya permintaan. Meskipun Hari Raya Idul Adha masih akan berlangsung sepekan lagi, sebagian masyarakat sudah membeli kambing untuk hewan kurban. Dalam dua hari terakhir, Suripto mengaku menjual delapan ekor kambing. Padahal biasanya, permintaan kambing tidak selalu diperoleh setiap hari.

Tahun ini, ia menyiapkan 50 ekor kambing berusia di atas 1,5 tahun, untuk dijual sebagai hewan kurban. Harga kambing bervariasi, antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per ekor. Kambing tersebut dibelinya sekitar 10 bulan lalu, dengan harga antara Rp 375.000 hingga 550.000 per ekor.

Syafian (30), penjual kambing lainnya di Kecamatan Brebes mengatakan, meskipun sudah naik, harga kambing saat ini masih relatif murah. Kenaikan harga dan permintaan kambing diperkirakan akan mencapai puncaknya pada empat hari hingga satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. "Saat ini masyarakat yang sudah membeli kambing masih menitipkannya di peternak. Kambing baru diambil mendekati hari raya," katanya.

Selain di Brebes, kenaikan permintaan dan harga kambing juga mulai terjadi di Kota Tegal. Ali (35), pedagang kambing di Pasar Langon Kota Tegal mengatakan, harga kambing tahun ini lebih tinggi sekitar Rp 200.000 per ekor, bila dibandingkan tahun lalu. Saat ini, ia menjual kambing antara Rp 700.000 hingga Rp 1,7 juta per ekor.

Selain kambing, peningkatan permintaan juga terjadi pada sapi. Hingga saat ini, ia mengaku sudah menjual 26 ekor sapi, untuk persiapan hewan kurban. Harga sapi berkisar antara Rp 8 hingga Rp 10 juta.  

 

Pengawasan dan Pemeriksaan

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Jhoni Murahman mengatakan, untuk mengawasi penjualan hewan kurban, dinas peternakan menerjunkan 40 orang. Mereka tersebar di 17 kecamatan di Brebes.

"Pemeriksaan dilakukan dengan meninjau kesiapan hewan di kandang, pemeriksaan di tempat-tempat penjualan hewan kuran, dan pemeriksaan di lokasi pemotongan hewan. Pengawasan meliputi dua hal, sebelum dan sesudah dipotong," ujarnya.

Beberapa jenis penyakit yang menjadi fokus pemeriksaan, yaitu antraks, sapi gila, TBC, cacing hati, dan scabies atau kudis. Pemeriksaan menghasilkan tiga kesimpulan, yaitu hewan boleh dipotong dan dikonsumsi semua bagian tubuhnya atau sebagian, hewan tida k boleh dipotong, dan hewan harus ditunda untuk dipotong karena diobati terlebih dahulu. Masing-masing pedagang juga akan mendapat sertifikat kelayakan hewan yang dijual.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau