JAKARTA, SENIN — Partai Amanat Nasional (PAN) sejak pekan lalu sudah memberikan peringatan tentang ancaman peningkatan jumlah pengangguran. Bertambahnya pengangguran ini sebagai akibat PHK yang terpaksa dilakukan sejumlah industri yang beberapa saat sebelumnya sudah terpaksa mengentikan produksi sebagai akibat krisis global.
"Pemerintah tidak bisa lagi diam dan tenang-tenang saja menghadapi ancaman krisis ini. Pemerintah juga harus berani mengakui bahwa kita sekarang sedang menghadapi ancaman krisis dan perlu melakukan langkah-langkah antisipasi," ujar Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir di Jakarta, Senin (1/12).
Menurut Soetrisno, sejak krisis keuangan yang dimulai di Amerika Serikat menyerang beberapa bulan lalu sejumlah pengusaha di Indonesia sudah mengubah strateginya. Para pengusaha ini tidak lagi bisa mengejar keuntungan, pasalnya mereka hanya bisa bertahan dengan mengurangi kerugian.
"Dan meskipun tidak berkeinginan mem-PHK karyawannya, kerugian yang bisa ditanggung juga punya batas maksimalnya. Kalau terus merugi dalam waktu yang cukup panjang, mereka juga terpaksa menghentikan usahanya," ujarnya.
Langkah terbaik, menurut Soetrisno, pemerintah mengajak semua pemangku kepentingan bangsa ini, menyatukan kekuatan untuk membangun negeri ini, dan bertahan dalam badai krisis. "Kita tidak perlu saling mencela dan lakukan yang bisa dilakukan. Gunakan produksi dalam negeri, pilih makanan yang dihasilkan petani-petani kita, sedikit banyak langkah ini akan membantu menggerakkan ekonomi riil," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang