JAKARTA, SENIN — Sepekan menjelang puncak pelaksanaan haji, kondisi Masjidil Haram, Mekkah, semakin dipadati jemaah haji. Bahkan, penumpukkan massa itu tidak hanya di Masjidil Haram, tetapi juga di jalan-jalan akses di kota Mekkah Al Mukaramah yang menuju Masjidil Haram.
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Senin (1/12), menyebutkan, jemaah haji Indonesia yang jumlahnya paling besar dibandingankan dengan rombongan misi haji negara lain mendapatkan pemondokan yang cukup jauh dari Masjidil Haram. Tidak heran kalau keterlambatan sering menimpa jemaah haji Indonesia.
Pihak panitia penyelenggara ibadah haji pun telah menyiapkan sarana transportasi untuk pergi pulang pemondokan masjid. Namun, sebanyak 600 bus yang disediakan tampaknya tidak mampu memberikan pelayanan optimal pada saat situasi yang sangat padat.
Apalagi, pada saat menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, di mana situasi kota Mekkah sudah semakin dipadati jemaah dari berbagai negara. Bus tidak bisa bergerak lincah, bahkan sudah dilarang mendekati area pemberhentian yang ada di sekitar Masjidil Haram karena kepadatan jemaah haji.
"Sebenarnya kalau mengejar pahala dalam kondisi sekarang jemaah bisa lebih bijak, lebih arif untuk shalat di Masjid di sekitar pemondokannya, atau bisa shalat dipemondokannya saja. Toh kan sudah melakukan beberapa kali shalat jemaah di Masjidil Haram," ujar Kepala Staf Teknis Urusan Haji Nursamad Kamba.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang