Cegah AIDS, Mari Gunakan Kondom...

Kompas.com - 01/12/2008, 11:13 WIB

JAKARTA, SENIN — Panitia Hari AIDS Sedunia Indonesia menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) 2008 yang dibuka melalui Konferensi Kondom bertema "Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa". 

"Kampanye penggunaan kondom ini bukan legislasi untuk hubungan seks di luar nikah. Bagi agama apapun, etika mana pun, seks di luar nikah itu adalah dosa, tapi kampanye ini untuk menginformasikan penggunaan kondom terutama dalam perilaku seksual berisiko," kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie yang juga menjabat Ketua KPAN di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (1/12) siang.

Menurutnya, saat ini Pemerintah terus meningkatkan berbagai upaya pencegahan, menghilangkan stigma pada orang yang hidup dengan AIDS dan keluarga terdekat. "Kampanye ini bukan pula untuk membagi-bagikan kondom di kalangan kampus, tapi lebih pada sosialisasi hubungan seks beresiko itu bisa dicegah dengan menggunakan kondom," kata Ical.

Fenomena yang terjadi di Indonesia, menurut laporan UNAIDS, tahun 2007 sebanyak 2,7 juta infeksi baru HIV dan menyebabkan kematian sebesar 2 juta orang. Sementara itu, untuk infeksi baru HIV terjadi pada usia 15-24 tahun sekitar 45 persen. Fakta lain, hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif adalah anak di bawah usia 15 tahun yang tertular dari ibunya dan sekitar 1.400 anak meninggal akibat AIDS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau