Jepang Siap Beri Pinjaman Siaga untuk Indonesia

Kompas.com - 01/12/2008, 12:29 WIB

JAKARTA, SENIN -- Jepang memberikan sinyal positif untuk memberikan pinjaman siaga (standby loan) kepada pemerintah Indonesia. Pinjaman itu nantinya akan disalurkan melalui JICA (Japan International Cooperation Agency).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pinjaman itu untuk mendukung pembiayaan defisit tahun depan, seandainya situasi pasar surat berharga belum pulih. "Seandainya situasi pasar surat berharga belum pulih maka kita bisa harapkan pinjamana bilateral terutama dari Jepang," kata Sri Mulyani di sela pembukaan Sosialisasi Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, pemanfaatan Sunset Policy dan UU PPh 2008, Jakarta, Senin (1/12).

Besaran dana pinjaman siaga dari Jepang, menurutnya, akan diatur baik dari sisi jumlah yang nanti akan dikombinasikan antara multilateral dan bilateral lainnya. Respon positif ini diperoleh pasca kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jepang pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai kelanjutan pertemuan G 20. "Membahas yang sifatnya teknis sesuai dengan pertemuan G20," kata Sri Mulyani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau