JAKARTA, SENIN -- Jepang memberikan sinyal positif untuk memberikan pinjaman siaga (standby loan) kepada pemerintah Indonesia. Pinjaman itu nantinya akan disalurkan melalui JICA (Japan International Cooperation Agency).
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pinjaman itu untuk mendukung pembiayaan defisit tahun depan, seandainya situasi pasar surat berharga belum pulih. "Seandainya situasi pasar surat berharga belum pulih maka kita bisa harapkan pinjamana bilateral terutama dari Jepang," kata Sri Mulyani di sela pembukaan Sosialisasi Wajib Pajak Besar Orang Pribadi, pemanfaatan Sunset Policy dan UU PPh 2008, Jakarta, Senin (1/12).
Besaran dana pinjaman siaga dari Jepang, menurutnya, akan diatur baik dari sisi jumlah yang nanti akan dikombinasikan antara multilateral dan bilateral lainnya. Respon positif ini diperoleh pasca kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jepang pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai kelanjutan pertemuan G 20. "Membahas yang sifatnya teknis sesuai dengan pertemuan G20," kata Sri Mulyani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang