JAKARTA, SENIN — Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas likuiditas dari Asean+3 dalam kerangka Chiangmai Inisiative untuk dukungan cadangan devisa ataupun pembiayaan defisit APBN 2009 dari Jepang.
"Fasilitas untuk mendukung dari sisi budget defisit nanti akan dilakukan melalui JICA, sedangkan yang berhubungan dengan Chiangmai Inisiative dan likuiditas melalui JBIC," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (1/12).
Menurut Sri Mulyani, pertemuan menkeu Asean+3 baru-baru ini membahas lebih detail Chiangmai Inisiative dalam kondisi krisis global saat ini. "Di Jepang kami membahas sampai kepada detail hal-hal apa yang harus dipenuhi menggunakan fasilitas Chiangmai itu bagi negara-negara di Asean dan Asean plus," katanya.
Indonesia, kata Menkeu, bisa mendapatkan dukungan bagi pembiayaan defisit tahun 2009 seandainya situasi pasar surat berharga belum pulih. "Seandainya situasi pasar surat belum pulih, untuk defisit financing kami bisa harapkan pinjaman bilateral, terutama dari Jepang," katanya.
Menurut dia, pemerintah Jepang memberikan tanggapan positif dan akan segera melakukan proses politik untuk maksud itu.
Ketika ditanya kembali apakah Jepang akan memberikan standby loan (pinjaman siaga), Menkeu mengatakan akan diatur lagi dari sisi jumlah ataupun kombinasinya dengan pinjaman lainnya. "Nanti akan kami atur dari sisi jumlah dan nanti akan dikombinasikan antara multilateral dan bilateral lainnya," kata Menkeu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang