Sang Ayah Bantah Penyimpangan Novel Karena "Broken Home"

Kompas.com - 01/12/2008, 15:11 WIB

DEPOK, SENIN - Ayah Novel Andrias, Agus Hanafiah membantah bahwa putranya mengalami kelainan seksual sebagai dampak dari broken home. Novel terseret menjadi terdakwa dalam kasus penadahan barang hasil kejahatan atas pembunuhan mutilasi oleh teman prianya Very Idham Henyansyah alias Ryan di Apartemen Margonda Residence Depok.

"Nggak, nggak benar itu," tutur Agus Hanafiah sebelum sidang Novel dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Depok, Sein (1/12) siang.

Agus juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui dari mana media mengetahui hal tersebut. Ketika ditanyakan kepada Novel, Novel juga membantah telah mengatakan seperti itu. "Novel sudah saya tanya sampai sumpah-sumpah, dia mengaku nggak pernah mengatakan itu kepada wartawan," tandas Agus.

Agus mengatakan bisa saja kesimpulan dirinya berpisah dengan istrinya berangkat dari kondisi bahwa dirinya tinggal di Bogor, sementara itu istrinya tinggal di Serang. Saat ini, pria yang telah pensiun dari Kantor Imigrasi Pusat sejak Agustus 2006 itu sibuk mengurusi cucunya yang diperoleh dari saudara-saudara Novel.

Hari ini, Agus datang menemani Endang Rusmiati, ibunda Novel untuk mendengarkan vonis yang diberikan majelis hakim PN Depok. Ketika Endang memasuki ruang tahanan pria PN Depok untuk menemui Novel dan memberikan rujak dan makan siang bersama kuasahukum Novel, Medianto, Agus justru tak bergabung dan memilih duduk di ruang tunggu di depan sel. Mengapa tak ikut masuk, Pak Agus? "Tidak, tadi sudah masuk," tandas pria berbaju kuning tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau